SBY Minta Kader Demokrat Tak Bohongi Rakyat

Rabu, 05 November 2008 – 09:52 WIB
JAKARTA - Perang gencar iklan politik menjelang Pemilu 2009 tidak bisa dihindariSebagian isinya bahkan saling serang antarparpol

BACA JUGA: Nasib Besan SBY di Tangan Penyidik

Meski demikian, Partai Demokrat berjanji tak akan membalas dengan membuat iklan negatif untuk menyerang balik.

Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik Anas Urbaningrum Selasa (4/11) di Jakarta menegaskan, iklan politik yang berisi kampanye negatif justru menjadi blunder bagi partai bersangkutan
''Publik sekarang sangat sensitif dan peka,'' ujarnya

BACA JUGA: Importir Lima Produk Harus Terdaftar



Karena itu, ungkap Anas, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam beberapa kesempatan kerap menginstruksi jajaran pengurus agar tak melakukan black campaign


''Kampanyelah tanpa perlu menjelek-jelekkan

BACA JUGA: Istri Bisa Cegah Suami dari Korupsi

Ungkapkan data yang sesungguhnyaJangan bohongi rakyat,'' ujar Anas, menirukan pesan SBY

Menurut mantan ketua umum PB HMI itu, masyarakat pemilih dewasa ini makin cerdas melihat persoalan politik di tingkat elitePublik juga memiliki kemandirian yang tinggi dalam menentukan pilihan politik''Reward and punishment (pengharagaan dan hukuman, Red) bisa diberikan kapan saja kepada setiap partai politik,'' katanya

Di beberapa stasiun televisi dan media cetak, iklan politik Partai Demokrat memang telah diluncurkanDengan menyampaikan sejumlah keberhasilan pemerintah di beberapa bidang, figur utama yang dimanfaatkan tentu saja SBY.

Menurut Anas, iklan tersebut terbukti lebih diterima publikHal itu tampak pada hasil penelitian yang dilakukan beberapa lembaga survei terakhirTingkat elektabilitas SBY tetap berada di posisi puncak, minimal di dua besar''Seiring dengan itu, tingkat keterpilihan Demokrat juga turut membaik,'' ujarnya.(dyn/mk)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PIS Bantah Gandeng Cucu Soedirman


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler