Scalping atau Day Trading, Gaya Mana yang Paling Cocok untuk Trader?

Minggu, 17 Maret 2024 – 17:03 WIB
Ada dua gaya yang paling populer saat ini adalah scalping dan day trading. Foto: dok Octa

jpnn.com, JAKARTA - Dalam dunia investasi ada sejumlah gaya yang bisa digunakan oleh trader, baik pemula maupun berpengalaman.

Adapun dua gaya yang paling populer saat ini adalah scalping dan day trading.

BACA JUGA: Traders Family Gelar Edukasi Trading Forex

Setiap daya trading itu punya kelebihan dan kekurangan.

Ada beberapa kriteria utama scalping dan day trading yang menentukan seberapa efektif pendekatan trading.

BACA JUGA: Broker Resmi BAPPEBTI Menjadi Pilihan Terbaik Bagi Trader Muslim

1. Temperamen

Trader berisiko paling tinggi membuat banyak keputusan trading dalam satu menit. Trader lain mungkin butuh beberapa jam hanya untuk satu trade.

BACA JUGA: Kisah Inspiratif Faizal Sugijo, Berawal dari Chef, Kini Jadi Trader Sukses di Negeri Paman Sam

2. Waktu volatilitas

Perubahan harga paling jelas terjadi pada waktu yang sudah bisa diperkirakan, baik saat pertemuan sesi trading di zona waktu yang berbeda.

Selain itu, setiap sesi trading memiliki gaya perubahan harga yang unik.

3. Likuiditas

Makin sering transaksi dilakukan di pasar mata uang, makin banyak komisi yang dibayarkan trader.

Komisi yang dibayarkan pada instrumen sangat likuid seperti EURUSD, USDJPY, GOLD, dan BTC terbilang kecil karena likuiditasnya tinggi.

Pakar Octa analisis Kar Yong Ang mengatakan dua parameter yang penting perlu dipertimbangkan ketika memilih, yaitu temperamen dan ketersediaan waktu luang.

Menurut dia, keduanya akan memengaruhi kemampuan Anda untuk mengikuti pasar.

"Orang dengan kepribadian koleris/sanguine bisa menjadi scalper yang sangat baik karena metode scalping memerlukan reaksi yang bagus terhadap kemunculan sinyal dan fiksasi profit yang cepat," kata Kar Yong Ang dalam siaran persnya, Minggu (17/3).

Karakter orang dengan temperamen ini cenderung lebih bergerak cepat dan gesit, sehingga trade cepat dalam jumlah banyak sangat cocok bagi mereka.

Bagi orang yang lebih tenang, scalping akan terkesan terlalu agresif. Kebutuhan untuk bereaksi cepat pada perubahan kondisi pasar bisa jadi tidak nyaman.

Trading intraday lebih cocok untuk orang plegmatis/melankolis. Transaksi jauh lebih sedikit sehingga ada waktu untuk membuat keputusan, dan posisi dapat dibiarkan terbuka lebih lama.

Dari perspektif psikologi trading, yang tak kalah penting adalah profit dalam setiap trading lebih besar.

Trader dengan gaya intraday tidak bangun pada pukul 5 pagi dengan pikiran bahwa mereka melewatkan semua titik entry.

Sebaliknya, jadwal mereka dibuat sedemikian rupa sehingga punya waktu untuk tidur, tidak terburu-buru, dan dapat menyeimbangkan trading dengan kehidupan pribadi.

Praktik kedua gaya trading tersebut ketika, ketika diasah dengan latihan, dapat menghasilkan profit besar baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Setiap trader adalah individu dengan kepentingan tersendiri di pasar. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka dapat mencoba beragam gaya dan strategi trading dan memutuskan mana yang paling sesuai. (ddy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aplikasi Seluler TradingView, Berikut Fitur dan Keuntungannya Bagi Trader


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Day Trading   Scalping   Trader   octa   trading  

Terpopuler