Sebar Berita Bencana Guru BK Malah Disidang Warga

Jumat, 31 Maret 2017 – 13:54 WIB
Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, KULONPROGO - Nasib guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP 1 Kokap, Sukirdja benar-benar apes.

Akibat dianggap menyebarkan berita bohong, dia disidang warga Desa Kalirejo dan mendapatkan sanksi sosial di Balai Dusun Sengir.

BACA JUGA: Gak mau Jadi Korban Berita Hoaks? Ini Saran Jubir Anies

Dia diminta bertanggung jawab kepada puluhan warga dan tokoh desa, kepala sekolah, serta kepolisian setempat.

Warga menuntut Sukirdja meminta maaf atas kelakuannya menyebarkan kabar bohong tanpa bukti dan telah membawa keresahan bagi warga.

BACA JUGA: Penyebar Hoaks Penculikan Anak Ditangkap

Hasil pertemuan itu, warga sepakat tidak akan meneruskan persoalan tersebut ke ranah hukum.

Namun, pelaku diminta meminta maaf secara langsung dan melalui media massa selama tiga kali berturut-turut setiap Senin.

BACA JUGA: Kelompok Radikal Pintar Manfaatkan Hoax untuk Provokasi

Juga, memberi bantuan lampu penerangan jalan di dusun setempat.

Kepala Desa Kalirejo Lana menyatakan, kabar bohong yang disebarkan pelaku meresahkan warga.

Bukan hanya masyarakat di Kalirejo, tetapi juga pejabat desa dan warga perantauan.

"Warga Kalirejo di perantauan gelisah dan risau dengan kabar itu. Warga di Sengir hanya 84 rumah, tapi dalam kabar itu disebutkan 76 rumah yang terkena bencana. Warga khawatir rumah dan keluarganya ikut terkena bencana,'' kata Lana.

Perkara itu bermula saat Sukirdja mengunggah pesan ke WhatsApp siswa SMP 1 Kokap pada 18 Maret 2017.

Pesan tersebut berisi kabar longsor di Pedukuhan Sengir.

Akibatnya, 76 rumah rusak, 9 orang meninggal, 32 orang luka-luka, 39 orang belum ditemukan, dan 247 orang harus mengungsi.

Kabar yang menimbulkan keresahan warga Kalirejo itu dikonfirmasikan dalam komunikasi radio Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo dengan komunitas relawan bencana setempat.

Termasuk para anggota komunitas siaga bencana Kalirejo (Sibejo).

Warga berusaha menelusuri sumber berita tersebut dan mengonfrontasi Sukirdja.

Dia mengaku mendapat kabar itu dari kawannya, Ibu Rollis, yang disebutnya berdomisili di Kaliagung, Sentolo.

Setelah dikonfirmasi, Ibu Rollis menyanggupi datang saat sidang di Balai Dusun dan mengklarifikasi kabar tersebut.

Namun, ternyata dia mangkir dari pertemuan.

Motivasi Sukirdja menyebar kabar tersebut untuk mengonfirmasi kebenaran kabar itu.

Apabila benar, dia bisa segera memberikan bantuan. Apalagi, banyak siswanya yang berasal dari Sengir.

Sukirdja mengaku tak punya niat membuat keresahan dan tidak melakukan rekayasa atas pesan tersebut.

Dia hanya mendapatkan pesan itu dari kawannya. Namun, dia menerima keputusan dan siap melaksanakan permintaan warga.

Dia menyesali perbuatannya karena membawa keresahan di masyarakat Kalirejo. (tom/iwa/c21/ami/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Perintahkan Bentuk Satgas Medsos, Ini Tugasnya


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler