Sebelum Meninggal Honorer K2 Tanya NIP PPPK, Bu Titi Menangis

Kamis, 17 September 2020 – 10:18 WIB
Ketum Perkumpulan Honorer K2 Titi Purwaningsih menangis saat RDPU dengan Komisi II DPR, Rabu (15/1). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Jumlah 51 ribu PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang lulus seleksi Februari 2019 dari jalur honorer K2 terus berkurang.

Pasalnya, sudah ada beberapa di antara mereka yang meninggal dunia.

BACA JUGA: Kabarnya Perpres Gaji PPPK Sudah di Istana, Ini Jawaban KemenPAN-RB

Menurut Ketum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih, dalam beberapa bulan ini beberapa kali dia menerima kabar duka.

Yang meninggal dunia adalah honorer K2 yang lulus PPPK. 

BACA JUGA: 561 Honorer K2 Peserta Tes CPNS 2013 Diusulkan Mendapatkan NIP

"Innalilahi wa inna ilaihi roji'uun. Satu per satu teman kami yang lulus PPPK meninggal dunia. Kemarin PPPK dari Kampar, Riau meninggal. Sampai kapan penantian ini akan berakhir," ungkap Titi kepada JPNN.com, Kamis (17/9).

Yang membuat Titi sedih, PPPK yang meninggal tersebut memiliki anak kembar yang baru masuk MTs.

BACA JUGA: Pengakuan Alfin soal Motif Dirinya Menusuk Syekh Ali Jaber, Ya Ampun

Anak-anaknya pintar. Namun, sampai almarumah meninggal, menyisakan utang SPP.

"Almarhumah belum bayar SPP anak kembarnya karena tidak cukup uangnya. Berharap gaji PPPK, NIP dan SK belum punya. Sementara suami almarhumah kerjanya serabutan," cerita Titi.

Dari informasi yang Titi peroleh dari pengurus PHK2I Riau, sebelum meninggal almarhumah sempat telepon ke salah satu pengurus.

Menanyakan kapan NIP dan SK PPPK keluar. Jawaban pengurus kepada almarumah, sabar saja.

"Coba bagaimana perasaan bapak-bapak pejabat. Apa tidak takut dosa kalian karena sudah zalim kepada PPPK. Sudah 18 bulan tidak ada kejelasan sementara dalam rentang waktu itu makin banyak PPPK yang meninggal," kata Titi terisak.

"Kami cuma disuruh sabar, sabar, dan sabar. Sementara maut tidak bisa diajak kompromi untuk sabar. Saya sakit hati, sakit sekali karena teman-teman saya meninggal tanpa merasakan jerih payahnya sebagai PPPK," sambungnya.

Titi pun meminta Presiden Joko Widodo serta para pembantunya jangan lagi mengulur-ulur waktu penetapan Perpres Gaji dan Tunjangan PPPK.

Jangan menunggu, sebagian besar PPPK meninggal dunia.

Sementara itu Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Teguh Widjinarko secara terpisah mengungkapkan turut berbelasungkawa mendengar kabar duka itu.

Dia juga meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhumah dan seluruh PPPK.

"Kami tahu bagaimana kesedihan PPPK. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pengangkatan PPPK bisa dipercepat. Sekali lagi kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya," kata Teguh. (esy/jpnn)

 

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler