Sebut SDA Ngotot ke Prabowo karena Faktor Muchdi

Kamis, 17 April 2014 – 23:23 WIB
Muchdi Pr. Foto: Dokumen JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa disebut sebagai partai pertama yang menjadi korban ambisi Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto untuk bisa maju di pemilu presiden (pilpres). Bila operasi memecah PPP berhasil, maka Prabowo diyakini akan langsung memburu partai lain. Salah satu partai yang berpotensi menjadi sasaran Prabowo selanjutnya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Penilauan itu disampaikan pengamat politik dari Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Muradi. Menurutnya, gejala itu bisa dibaca karena kisruh PPP merupakan imbas kehadiran Suryadharma Ali (SDA) dalam kampanye terbuka Partai Gerindra di Gelora Bung Karno sebelum pemilu legislatif (pileg) lalu.

BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Target 15,2 Juta Peserta baru

Muradi lantas menyodorkan sejumlah argumen untuk memperkuat analisa dan prediksinya. Pertama, SDA sudah memperkirakan suara PPP di pileg akan jeblok sehingga harus buru-buru mendekat ke Gerindra yang memang diunggulkan sebagai salah satu peraih terbanyak. Kedua, SDA membaca konstelasi di Gerindra, bahwa Prabowo pasti jadi presiden dan menafikkan keberadaan Joko Widodo alias Jokowi yang unggul di berbagai survei capres.

Ketiga, lanjut Muradi, ada akumulasi permasalahan di tubuh PPP. Misalnya perbenturan antara kubu Nahdatul Ulama (NU) dan Parmusi yang selama ini memang saling bersaing di partai berlambang Ka’bah itu. Keempat, SDA menafikkan ada poros lain di internal PPP yang melihat Prabowo tak akan menang di pilpres.

BACA JUGA: KPK Sita Jaguar Atas Nama Airin

Karenanya Muradi menduga keberanian SDA mengambil langkah untuk mendekat ke Gerindra karena ada fakfot Muchdi PR, salah satu fungsionaris PPP yang dikenal sebagai orang dekat Prabowo saat di militer maupun saat sama-sama membangun partai berlambang kepala burung garuda itu.

"Ada anomali dari apa yang dilakukan SDA saat hadir di kampanye Gerindra. Dia berani bermanuver yang sebenarnya bisa menampar muka sendiri. Saya duga karena ada back up politik itu. Dia mendapat garansi, kalaupun bermanuver, dia takkan apa-apa di PPP," ungkap Muradi saat dihubungi wartawan (Kamis, 17/4).

BACA JUGA: Akil Kembali Sewot, Jaksa KPK Kesal

Lebih lanjut Muradi menambahkan, Prabowo masih memiliki basis dari kalangan purnawirawan dan intelijen yang kuat. Muradi menyebut Muchdi adalah salah satu contohnya. Muchdi pernah di Kopassus dan punya jejaring luas saat menjadi deputi di BIN.

“Saya cenderung langkah ini akan dilakukan bukan hanya di PPP. Kalau itu berhasil (di PPP, red), bukan tak mungkin ini dilakukan di tempat lain juga," pungkas Muradi. (rmo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PKS Ingatkan PDIP Tak Jual Mahal soal Koalisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler