Sedang Hamil 5 Bulan, Wanita Indonesia Dideportasi dari Malaysia

Rabu, 31 Agustus 2016 – 18:21 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - PONTIANAK – Regina Tsu mungkin akan kapok ke Malaysia. Impiannya menemani sang suami justru berbuah petaka. Wanita asal Kupang, Nusa Tenggara Timur itu dideportasi.

Regina dipulangkan ke daerah kelahirannya melalui Kalbar dalam kondisi perut yang sudah membesar. “Saya menyusul suami yang kerja di ladang (kebun) sawit. Saya masuk Malaysia bulan Februari,” kata Regina di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kalbar di laman Rakyat Kalbar, Selasa (30/8). 

BACA JUGA: Kunjungi Graha Pena, Basaria Panjaitan Minta Masukan

Selama di Malaysia, Regina tidak bekerja. Dia ditangkap PDRM karena tidak membawa paspor, Minggu (10/7) lalu. Saat itu, Regina sedang berbelanja untuk keperluan pulang ke Indonesia.

Regina mengaku mendapat perlakuan yang baik selama di penampungan imigrasi. “Kami diberi makan, tidak mendapat perlakuan kasar. Namun saya tak tahu, kenapa ditahan lama,” ujar Regina.

BACA JUGA: Yakinlah, KPK akan Selidiki Laporan Para Pengusaha Batam

Selama dipenjara di Negeri Jiran, Regina hanya dijenguk saudara suaminya. Ketika dideportasi, suaminya juga sudah mengetahui. Suaminya berencana akan menyusul ke Indonesia. “Rencananya kami akan pulang sama-sama ke NTT,” katanya.

Selain Regina, pengalaman tak menyenangkan juga dialami Rika yang bekerja di warung makan. Wanita 24 tahun itu menerima gaji RM 700 per bulan. Namun, belum sempat menikmati hasil keringatnya, Rika malah merasakan ruang penampungan imigrasi.

BACA JUGA: Bapak Sinting! Anak Digauli Selama 4 Tahun, Istri Dibanting ke Aspal

Rika hanya sempat bekerja selama 1,2 bulan. Dia diamankan polisi Malaysia di Kuching. “Saya lari dari tauke. Karena kawan tidak bagus, suka komplainkan saya kepada tauke,” kata Rika.

Sedikit berbeda dengan Nursamsi. Wanita 25 tahun ini bekerja sebagai pengasuh anak pekerja kebun sawit. Dia bersama suaminya yang juga bekerja di kebun sawit.

Nursamsi sudah bekerja lebih dari satu tahun. Ia menerima gaji 1000RM per bulan. “Suami juga ikut ditangkap, tapi belum dipulangkan,” kata Samsi. (rk/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bandara ini Kembali Ditutup Pengoperasiannya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler