Sehari Tiga Kapal BBM Terbakar

Rabu, 26 Oktober 2016 – 09:51 WIB

jpnn.com - TOBELO - Musibah kebakaran angkutan laut di Maluku Utara (Malut) belum berhenti. Setelah speedboat rute Jailolo-Ternate, kali ini giliran kapal angkutan BBM (Bahan Bakar Minyak) di Tobelo, Halmahera Utara (Halut) mengalami nasib serupa.

Tidak tanggung-tanggung ada tiga kapal yang dilahap si jago merah secara beruntut dalam waktu yang berbeda itu. Ketiga kapal angkutan BBM tujuan Tobelo-Morotai yang naas itu masing-masing KM Adi Perkasa, KM Mandala Putra serta KM Putra Malaka. Kebakaran tiga kapal angkutan BBM ini sekaligus ini baru pertama kali terjadi di Malut.

BACA JUGA: Ups! Petugas Kecamatan Ditolak Mentah-Mentah Pendukung Dimas Kanjeng

Kebakaran pertama menimpa KM Adi Perkasa. Kapal milik adik Sahrin Hamid itu terbakar sekitar pukul 08.00 pagi tak jauh dari Pelabuhan Penyeberangan Gorua, Tobelo. Sementara KM Mandala Putra dan Putra Malaka terbakar pada malam sekitar pukul 21.00 WIT.

Terbakarnya KM Adi Perkasa yang dinahkodai Yulius (47) itu diduga kuat akibat korsleting yakni kerusakan mesin kapal saat buang jangkar dari pelabuhan penyeberangan.

BACA JUGA: Tolong Rosi..Siswa yang Jatuh di Sekolah dan Lumpuh

Informasi yang diperoleh Radar Halmahera (Jawa Pos Group), Kapal berkapasitas 30 gross tonase (GT) dengan full muatan BBM jenis solar itu sempat bertolak dari pelabuhan menuju Daruba Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) sekitar Pukul 04.30 dini hari.

Tapi dalam perjalanan, mesin kapal tiba-tiba rusak. Setelah diperbaiki, mesin tersebut hidup namun tidak mau mengambil resiko, sang nakhoda pun memutuskan untuk balik ke Pelabuhan Gorua.

BACA JUGA: Demokrat Serahkan Dua Nama Balon Pendamping Gubernur Kepri

Saat kapal sedang olah gerak untuk sandar ke pelabuhan, tiba-tiba mesin kembali mengalami gangguan. Bahkan gangguan kali ini menimbulkan korsleting sehingga terjadi kebakaran seluruh kapal yang penuh dengan muatan BBM itu.

Meski tidak ada korban jiwa, namun sang Nakhoda Yulius mengalami luka lecet di bagian kepala, luka terbakar ringan di bagian pergelangan tangan serta kaki. Sedangkan salah satu anak buahnya (ABK) Yordan Dagasina (47) mengalami luka bakar di pergelangan tangan  kaki serta sebagian badan.

Keduanya terlambat melompat kelaut lantaran saat kejadian sedang berada di dalam kapal. Sedangkan satu ABK atas nama Beno (27) tidak mengalami luka.

Dia berhasil melompat ke laut karena saat kejadian sedang berada di depan kapal.”Tak apa-apa beno hanya diamankan di rumah salah satu warga, tetapi masih dalam kedaan taruma,” ujar Albar, salah satu rekan Beno.

Sementara, saat kejadian berlangsung pihak ASDP langsung pun meminta kapten KM Bandeng yang sementara merapat di dermaga, keluar dan berlabuh jauh. Begitu juga dengan kapal-kapal kecil.

Sementara kapal yang terbakar juga tidak mengancam kapal lainnya karena dibawa arus hingga hanyut beberapa meter dari dermaga.

Usai kebakaran KM Adi Perkasa, di lokasi yang sama tepatnya di dermaga perahu, dua kapal pengangkut BBM yakni KM Mandala Putra serta Putra Malaka yang sementara sandar di dermaga pun terbakar.

Fahri (21) salah satu warga setempat yang malam itu tengah memancing di pelabuhan penyeberangan mengaku sempat melihat percikan api keluar dari KM Mandala putra yang malam itu berdekatan dengan KM Putra Malaka.

"Serentak itu api langsung membesar dan tidak lama kembali menyambar kapal di KM Putra Malaka), Saya langsung berteriak minta bantu di masyarakat," ujarnya.

Bahkan, saksi Munir warga yang juga tengah memancing dekat di atas kapal yang terbakar mengaku sempat mendengar mesin KM Mandala Putra dalam kondisi hidup. Sontak terdengar suara seseorang berteriak dari dalam kapal tersebut.

"Pada saat mendengar bunyi gas mesin naik langsung ada ledakan. Api yang membesar menjebak kami dan terpaksa melompat dan berenang untuk selamatkan diri," tuturnya.

Darlin (23) ABK KM Mandala Putra yang ditemui malam itu mengaku saat kejadian dirinya tengah hendak menuju ke kapal untuk beristihat, namun saat naik ke kapal dia dikejutkan dengan percikan api yang berasal dari kamar mesin.

Darlin sendiri tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya menyalamatkan diri dengan berlari ke darat mengingat api dengan cepat membakar seluruh kapal dan merembet ke KM Putra Malaha.

"Waktu kejadian tidak ada orang diatas kapal, semuaanya sementara didarat kemungkinan percikan dari mesin alkon yang sementara hidup," tuturnya.

Nakhoda KM Mandala Putra, Adin (30) yang juga warga Gurua pun mengaku tidak tahu persis penyebab kebekaran, sebab disaat peristiwa itu terjadi dia tengah berada di RSUD menjenguk rekanya yang juga menjadi korban kebakaran KM Adi Perkasa.

KM Putra Mandala sendiri milik Angki warga Desa Wari. "Untuk kapal Putra Malaka saya tidak tahu peris siapa pemiliknya," katanya.

Diakui, kapal yang dikemudikannya itu rencananya akan bertolak ke Morotai membawa 5 ton BBM jenis minyak tanah subdisi yang sudah selesai dimuat sejak Senin kemarin.  

Sementara itu peristiwa terbakarnya kedua buah kapal pengangkut BBM itu sempat menjadi tontonan warga setempat. Pasca insiden tesebut ketiga ABK KM Mandala Putra langsung dibawa ke Mapolres Halut untuk dimintai keterangan.

Sedangkan nahkoda dan ABK KM Putra Malaka sendiri tidak diketahui pasti identitasnya mengingat saat kejadian semuanya tidak diketahui keberadaan .

Belum diketahui pasti jumlah kerugian yang diderita, namun kebakaran ini tidak hanya menghanguskan seluruh body kapal, namun dermaga tempat kedua kapal itu bersandar pun ludes lantaran hanya terbuat dari papan.

Noh Said Petugas lalu lintas dan angkutan laut dan pelayanan jasa Syahbandar Tobelo yang ditemui di lokasi mengungkapkan kedua kapal pengangkut BBM yang nasa tidak mengantongi izin pemuatan barang berbahaya termasuk juga KM Adi Perkasa yang terbakar pagi harinya.

Dia menegaskan, Izin tidak diberikan karena memenuhi standar kelayakan kapal pengangkut BBM. "Yang pasti semua kapal pengangkut BBM jenis kayu dan kulaitasnyaa tidak sesuai standar tidak mengantongi izin pemuatan barang berbahaya," tegasnya.(JPG/par/cal/pur/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suami Dokter Itu Disergap Usai Antar Anaknya ke Sekolah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler