Sejarah, Maluku Utara Akhirnya Ekpor Ikan

Kamis, 26 Oktober 2017 – 12:42 WIB
Ilustrasi ikan. Foto: Bulungan Post/JPNN

jpnn.com, TERNATE - Provinsi Maluku Utara akhirnya bisa mengekspor produk perikanan untuk kali pertama.

Ekspor perdana ikan cakalang olahan dilakukan melalui Pelabuhan Tobelo Halmahera Utara (Halut), Selasa (24/10).

BACA JUGA: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Bukan APBN tapi Dua Hal Ini

Produk cakalang olahan yang dikenal dengan nama ikan kayu atau smokefish itu diekspor oleh CV  Markindo Raya.

Eskpor dilakukan ke Jepang sebanyak sebelas ton dengan nilai Rp 500 juta.

BACA JUGA: Jokowi: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Itu Ekspor dan Investasi

Ikan ini diproduksi CV  Markindo Raya di pabriknya di Desa Pace Tobelo Utara. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malut Dwi Tugas Waluyanto mengatakan, ekspor produk perikanan ini didukung oleh pihaknya,  Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Ternate, Bea dan Cukai Ternate, dan Garuda Indonesia dan Bank Negara Indonesia (BNI).

BACA JUGA: Gunakan Pendekatan Bilateral untuk Buka Pasar CPO

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor ikan Malut nol. Hari ini Malut melakukan ekspor perdana ikan melalui kapal laut. Ke depan, ekspor bisa dilakukan melalui bandara,” tuturnya.

Dia berharap ekspor perdana ini bisa menggerakan industri  perikanan di Malut.

Kepala Bea dan Cukai Ternate Musafak menjelaskan, ikan kayu  yang dikapalkan ke Jepang menjadi komponen utama bumbu penyedap rasa.

Ikan tersebut juga bisa diolah menjadi dendeng.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Ternate Darwis mengatakan, sejak 2015, Malut sudah melakukan kegiatan ekspor namun tidak langsung.

Ekspor dilakukan melalui pelabuhan di luar Malut. Karena itu, tidak tercatat sebagai ekspor Malut. (mg-02/onk).

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nilai Ekspor Jatim Turun 11,39 Persen


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler