Sejenak Melepas Penat dengan Keindahan Tambora

Rabu, 28 Maret 2018 – 08:03 WIB
Taman Nasional Tambora. Foto: Lombok Post/JPNN

jpnn.com, LOMBOK - Destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan hanya Pantai Senggigi, Pantai Pink, maupun Gili Trawangan.

Ada banyak tempat indah yang siap memanjakan wisatawan. Salah satunya adalah Tambora.

BACA JUGA: Kementan Fokus Kembalikan Kejayaan Bawang Putih di Sembalun

Sejak ditetapkan sebagai taman nasional, Tambora sudah menjadi tujuan bagi travelista yang berlibur ke NTB.

Jumlah kunjungan wisatawan juga terus meningkat dari tahun ke tahun.

BACA JUGA: Festival Rimpu Perkenalkan Seni Budaya Bima dan Dompu

Pada 2015 lalu, wisatawan yang berkunjung ke Tambora hanya sekitar 200 orang. Saat ini, wisatawan yang menghabiskan waktu di Tambora sudah mencapai ribuan.

”Tahun 2018 kami targetkan minimal 5.000 orang,” kata Kepala Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) Raden Agus Budi Santosa pekan lalu.

BACA JUGA: Buron 3 Tahun, Pembunuh Sadis di Tambora Diringkus

Apa yang membuat Tambora mampu memikat hati wisatawan? Destinasi itu memiliki banyak potensi wisata yang sangat menarik.

Salah satu yang paling terkenal adalah kaldera raksasa berdiameter tujuh kilometer.

Kaldera itu menjadi saksi bisu kedahsyatan letusan Gunung Tambora pada 1815 silam.

Ada juga bentang alam yang indah berupa hutan musim luruh daun, hutan daratan tinggi dan hutan savana yang disebut-sebut mirip Afrika.

”Africa of Sumbawa Island,” tambah Agus.

Tambora juga memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. BTN Tambora merupakan habitat beberapa satwa endemik seperti rusa timor, burung gosong kaki merah, koakiau, kipasan flores, dan nuri pipi merah.

Selain itu, ditemukan spesies baru hasil ekspedisi tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2015.

Yakni cirtodaxtylus tamboresis atau cicak jari lengkung. Hewan itu diberi nama tambora di belakang karena ditemukan di Tambora.

”Ini hanya salah satu. Jenis lainnya masih dalam proses identifikasi tim LIPI,” kata Agus.

Tambora juga menyimpan berbagai jenis tumbuhan endemik seperti elaocarpus batudulangi/ganitiri.

Penyebaran spesies sangat terbatas dan baru ditemukan di Batudulang serta Tambora.

Selain itu, Tambora juga merupakan habitat rajumas/kalanggo, kukun, dan beberapa jenis tumbuhan.

Tambora juga memiliki potensi wisata tirta, yaitu Sungai Oi Marai di Desa Kawindatoi.

Di sepanjang aliran sungai itu terdapat tujuh buah air terjun. Salah satunya Air Terjun Bidadari yang debit airnya cukup besar dengan ketinggian kurang lebih 20 meter.

”Atraksi wisata yang dapat dilakukan, antara lain, jungle tracking, berkuda, trabas, off road, river tubing, camping, dan lain-lain,” tegas Agus.  (ili/r7)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2 BPR Bermasalah Masuk Radar OJK


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler