Sekolah Lima Hari, Ini Permintaan Menag ke Mendikbud

Rabu, 14 Juni 2017 – 16:26 WIB
Menag Lukman Hakim Saifuddin. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku sudah berbicara dengan Mendikbud Muhadjir Effendy terkait kebijakan sekolah lima hari yang menuai protes dari banyak kalangan.

Apalagi, kebijakan ini juga dikhawatirkan bakal mengancam eksistensi Madrasah Diniyah.

BACA JUGA: Jadi gak Sekolah Lima Hari? Begini Jawaban Muhadjir Effendy

"Tadi saya sudah banyak berbicara dengan Bapak Mendikbud, agar bisa memberikan penjelasan yang lebih komprehensif, lebih menyeluruh, yang lebih utuh terkait rencana kebijakan ini," kata Lukman di kompleks Istana Negara, Rabu (14/6).

Mantan anggota DPR dari Fraksi PPP ini berharap dengan penjelasan yang lengkap, kebijakan itu tidak disalahpahami masyarakat.

BACA JUGA: Sekolah Lima Hari: 70 Persen Pendidikan Karakter, Sisanya...

"Khususnya kalangan pondok pesantren, Madrasah Diniyah yang menganggap bahwa kebijakan ini akan merugikan mereka. Perlu ada sosialisasi lebih masif kalau memang kebijakan ini dilaksanakan," ujar Lukman.

Sebagai Menteri Agama, kata Lukman, dia berkepentingan dengan keberadaan Madrasah Diniyah, agar tidak terkena dampak negatif dari kebijakan yang dibuat Kemendikbud.

BACA JUGA: Tuan Guru Bajang Belum Putuskan soal Kebijakan Sekolah Lima Hari

"Tapi justru dalam rangka penguatan, setidak-tidaknya pengakuan terhadap keberadaan Madrasah Diniyah. Bukan malah sebaliknya," pungkas dia. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Yohana Minta Kemendikbud Perhatikan Kondisi Anak di Daerah


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler