Sekolah Murid Merdeka Bergairah Sambut Tahun Ajaran Baru

Jumat, 04 Juni 2021 – 21:08 WIB
Ilustrasi. Foto dokumentasi SMM

jpnn.com, JAKARTA - Belajar online akan tetap menjadi alternatif pendidikan masa depan.

Menurut Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM) Laksmi Mayesti, di masa pandemi ini banyak yang menawarkan pembelajaran dengan menggunakan teknologi sebagai media ajar.

BACA JUGA: Ketahuilah, Ada Paket Belajar Online Faber Castell

Sayangnya tidak banyak yang mengintegrasikan teknologi dan pedagogi atau metode ajar dengan baik.

“Sejak awal, bahkan sebelum pandemi, kami sudah menginisiasi model pembelajaran blended learning, yaitu metode yang menggabungkan pembelajaran online (dalam jaringan) dan offline atau tatap muka langsung," kata Laksmi di Jakarta, Jumat (4/6).

BACA JUGA: Mas Nadiem, Tolong Jangan Paksakan Pembelajaran Tatap Muka Serentak Juli 2021

Dia melanjutkan, rencana pembelajaran di SMM sudah termasuk pilihan pembelajaran online dan tatap muka.

Menurut Laksmi, belajar online bisa sangat menarik, menyenangkan dan bermakna.

BACA JUGA: Terapkan Blended Learning, Siswa Sekolah Murid Merdeka Makin Enjoy

Kuncinya ada pada kreativitas yang dibangun tenaga pengajar.

"Semua pengajar SMM dituntut selalu mengembangkan kreativitas, agar peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka, baik dengan guru maupun teman-temannya," tuturnya.

Dia menambahkan, keberadaan sekolah berkualitas relatif masih terbatas, biasanya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

Seringkali orang tua siswa merasakan sekolah yang mereka harapkan jauh dari tempat tinggalnya.

Seandainya bisa diakses, sekolah itu kurang fleksibel, dan belum sampai tingkat mengukur kebutuhan anak atau berpihak kepada anak.

“Berkat bantuan teknologi informasi, murid-murid SMM, tersebar dari Aceh hingga Papua,” kata Laksmi.

Dia menjelaskan, mengenai kurikulum yang dipakai, SMM tetap menggunakan kurikulum nasional.

Namun, dalam proses belajar mengajar, SMM menggunakan banyak pendekatan dan inovasi.

Juga selalu merujuk riset-riset terbaru, misalnya tentang manajemen kelas maupun pedagogi.

“Kami sangat excited menyambut tahun ajaran baru. SMM juga menyiapkan delapan sekolah satelit di delapan kota, antara lain Bandung, Depok, Tangerang, Surabaya serta beberapa kota besar lainnya," tuturnya.

Dia menegaskan, pihaknya siap seandainya pelaksanaan belajar sudah diperbolehkan tatap muka langsung dengan pendekatan belajar yang tak kalah seru dan menyenangkan. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler