Semakin Sadar Wisata, Belitung Genjot Jumlah Homestay

Rabu, 22 Februari 2017 – 15:15 WIB
Ucapan selamat datang bagi pengunjung Belitung di Provinsi Kepulauan Belitung. Foto: Radar Bangka

jpnn.com - jpnn.com - Kementerian Pariwisata terus mewujudkan komitmen untuk membina masyarakat agar sadar wisata. Bukan hanya menggarap infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh soft skill masyarakat, keramahtamahan, kultur menerima tamu, kebersihan, kerapian, hingga kesehatan lingkungan.

“Kini giliran masyarakat Belitung, yang kami ajari hospitality,” kata Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kemenpar Oneng Setya Harini.

BACA JUGA: Kemenpar Gelar Talk Show Jalur Rempah di HPN 2017

Kementerian yang dipimpin Arief Yahya itu pun mengumpulkan masyarakat Belitung dan menggelar sosialisasi bertajuk “Pentingnya Homestay dan Sadar Wisata” di Destinasi Pariwisata. Acara itu digelar di Hotel Bahamas, Belitung selama empat hari sejak Selasa (21/2).

Kemenpar mengumpulkan para pegiat wisata, pemilik homestay, kepala desa dan BPD untuk mengikuti kegiatan itu. Tema yang dibahas pun bervariasi.

BACA JUGA: Ingat, Brand Power Indonesia di Mancanegara Masih Lemah

Oneng menjelaskan, Kemenpar terus menggerakkan masyarakat di daerah yang termasuk 10 Top Destinasi untuk memiliki homestay dan memiliki kemampuan hospitality. Hal itu penting dilakukan agar masyarakat juga mendapatkan manfaat secara ekonomi dari pengembangan destinasi.

“Home stay itu harus dikelola dengan baik, oleh ibu-ibu di kampung-kampung yang berdekatan dengan destinasi wisata. Homestay sendiri bisa menjadi destinasi bagi wisatawan,” kata Oneng.

BACA JUGA: Dua Kementerian Rancang Pendidikan Pariwisata

Lebih lanjut Oneng mengatakan, pengembangan homestay yang digulirkan Menpar Arief Yahya demi memenuhi amenitas dan akomodasi yang mampu menampung target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019. Sebab, hotel dan resort yang ada tak akan mampu menampung 20 juta wisman.

“Maka homestay dikembangkan oleh Pak Menpar Arief Yahya, selain untuk memenuhi capacity, juga sebagai sharing economy,” sebut Oneng.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani. Dari pihak Kemenpar diwakili Kabid Internalisasi dan Pengembangan Sadar Wisata Kemenpar RI Yabes L Tosia.

Sedangkan Erwandi mengapresiasi langkah Kemenpar yang terus memberikan kesempatan bagi masyarakat Belitung untuk belajar mengelola homestay. Dia pun berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Belitung.

"Peserta jangan segan bertanya dengan pakarnya ini, tentang pengolalaan homestay dan pokdarwis (kelompok sadar wisata, red). Harus tahu apa upaya supaya home stay laku dan bisa bersaing dengan hotel. Jangan sampai berbulan-bulan enggak ada orang yang datang," kata Erwandi.

Dia menambahkan, Kabupaten Belitung terkenal dengan keindahan lautnya. Saat ini, katanya, sudah terdapat 99 homestay di Belitung yang tersebar di wilayah Sijuk, Membalok dan Selatnasik. Pendirian homestay ini akan terus bertambah lagi.

"Homestay punya segmennya sendiri. Mungkin wisatawan yang keuangannya minim bisa ke homestay dan homestay kan jarak ke objeknya tidak jauh. Mereka yang ingin berbaur dan mengenal masyarakat lokal juga bisa memilih homestay," tambahnya.

Menurutnya, kehadiran homestay selain untuk mengembangkan pariwisata, juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Dia berharap, masyarakat jeli dan siap untuk melihat peluang ini.

"Homestay ini kita memback up daerah-daerah seputaran pariwisata yang jauh dari Tanjungpandan seperti di Sijuk, Membalong. Kalau Sijuk biasanya Tanjung Tinggi. Harapan kami wisatawan yang ke objek wisata gak perlu ke Tanjungpandan untuk menginap, tapi bisa ke homestay," jelasnya.

Sementara Yabes L Tosia mengatakan, Belitung merupakan lokasi strategis untuk pengembangan homestay. Pasalnya, destinasi wisata yang berada di wilayah ini semakin banyak.

"Mau tidak mau kita pelaku pariwisata, pemerintah, maupun swasta bersama-sama mendukung program kebijakan pemerintah. Saatnya untuk kerja keras lagi mengembangkan pariwisata yang dinamis ini," papar Yabes.

Dalam sosialisasi itu, Yabes menekankan pentingnya pengelolaan toilet dan pengelolaan sampah pada homestay. Toilet merupakan hal penting yang sering kali diabaikan. Untuk itu, penekanan kepada kebersihan dan kenyamanan toilet menjadi sangat penting bagi homestay.

"Pariwisata ini dinamis, dan Belitung dengan potensi wisatanya harus bisa mengikuti perkembangan itu. Saat ini kan homestay jadi pilihan wisatawan, karena mereka tak hanya mau mengenal destinasi, tapi mereka juga mau mengenal budaya dan kearifan lokal secara langsung. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan dari homestay," ungkapnya.

Salah seorang peserta sosialisasi, Jumhadi mengaku sudah sejak 2012 menjadikan rumahnya di Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Belitung sebagai homestay. Namanya Panji dan Vadila.

Hingga kini, rumahnya sudah didatangi wisatawan dari 23 negara. Ada tiga kamar di rumahnya yang dijadikan homestay.

“Saya dan keluarga juga tinggal bersama dengan tamu. Karena kami enggak hanya jual kamar, tapi tamu juga bagian dari keluarga kami," ungkap Jumhadi.

Jumhadi menceritakan, awalnya dirinya sempat terkendala dengan bahasa saat kedatangan tamu dari mancanegara. Namun, seiring waktu, ditambah keinginan yang kuat, dia mulai mempelajari bahasa asing, dan bisa berkomunikasi dengan lancar bersama wisatawan itu.

"Kalau awal buka dulu kebanyakan wisman yang menginap ada yang dari Jerman, Amerika, Inggris, banyak lah. Tapi ke sini-ke sini juga banyak wisatawan nusantara yang menginap," jelasnya.

Menjalankan bisnis homestay cukup menjanjikan dan sangat membantu ekonomi keluarga Jumhadi. Hingga Agustus nanti, kamarnya sudah fully booked. Dia bahkan berencana akan menambah kamar lagi di rumahnya untuk dijadikan homestay.

"Kalau lamanya variatif. Ada yang tiga malam, ada yang satu minggu. Kalau kamar minta Rp 175.000 per malam itu termasuk sarapan pagi. Saya biasa promosi homestay dengan media sosial, dan dari mulut ke mulut," tuturnya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menpar Akui Kebijakan Bebas Visa Sedang Dievaluasi


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler