Semester Pertama, Kartu Kredit BNI Tumbuh 60 Persen

Jumat, 12 Agustus 2016 – 01:04 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Nilai transaksi kartu kredit BNI Corporate Card di luar negeri pada 2015 sangat fantastis. Nilainya mencapai Rp 300 miliar. Jumlah itu setara 45 persen dari keseluruhan transaksi BNI Corporate Card sepanjang 2015.

Total transaksi kartu kredit BNI Corporate Card di dalam dan luar negeri pada 2015 tumbuh 141 persen. Sementara semester pertama 2016 tumbuh 60 persen (year on year). Kisaran nilai transaksi lebih dari Rp 1 triliun.

BACA JUGA: Fadli Zon: Yang Dikoreksi Sebetulnya Presiden

"Ini indikasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali membaik," ujar Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, kemarin.

Namun demikian, Anggoro mengaku peningkatan jumlah transaksi Corporate Card tidak menjadi penopang sumber pertumbuhan utama kredit konsumer BNI. Sebab, ruang lingkup transaksi hanya antarperusahaan.  Penopang pertumbuhan utama masih didorong dari sisi konsumer individu.

BACA JUGA: Yakinlah, Holding BUMN 100 Persen akan Dikuasai Negara

"Kalau Corporate Card ini kan size-nya lebih kepada perusahaan-perusahaan. Sekarang kurang lebih ada 500 perusahaan yang ada kerja sama. Dan sifatnya kan memang tergantung kebutuhan perusahaan. Kalau pas perusahaan lagi ada project banyak, dia tinggi, kalau tidak ada ya nggak. Siklusnya nggak bisa kita tebak. Kalau individu kan bisa kita tebak. Lebaran, liburan, Natal," tandasnya.

Hingga saat ini, total partner BNI yang menggunakan BNI Corporate Card sudah mencapai lebih dari 500 perusahaan dan tersebar di seluruh Indonesia. Demi mendukung pertumbuhan fee base income, perseroan menargetkan hingga akhir tahun akan ada pertambahan sekitar 80-100 perusahaan lagi dengan jumlah kartu baru mencapai 6.500 kartu.

BACA JUGA: Pemerintah Dorong Pembentukan Holding BUMDes

"Sekarang perusahaan yang sudah kerja sama untuk Corporate Card BNI kan 500 perusahaan. Kita mentargetkan sekarang dari 500-an perusahaan itu (4.000 kartu), kita akan menuju ke 6.500 kartu sampai akhir tahun. Jumlah perusahaannya mungkin sekitar 80 sampai 100 lagi," pungkasnya. (lum/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Trik Kembangkan UKM Versi CEO BukaLapak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler