Semoga Stok Minimum Beras di Cipinang Tetap Aman

Minggu, 04 Februari 2018 – 22:55 WIB
Ilustrasi beras. Foto: Radar Semarang/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Bulog guna memenuhi stok beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PBIC), Jakarta Timur. Hal itu untuk mengatasi kekurangan stok beras.

Hingga Minggu (4/2), stok beras di PBIC berada di angka 22 ribu ton. Padahal, mestinya stok minimum di PBIC adalah 30 ribu ton.

BACA JUGA: Hore! Panen Raya di Labuhan Batu Meningkat

"Kami menjaga stoknya di atas 25 ribu. Sedangkan minggu ini kami dapat tambahan dari Bulog sekitar enam ribu ton. Setiap minggu, kami minta terus dengan Bulog," kata Arief kepada JPNN.com.

Pada tahun sebelumnya, angka minimum stok beras di PBIC berada di angka 35 ribu ton. Jumlah stok itu tercukupi selama 2016-2017 karena bantuan impor sebesar 1,5 juta ton pada 2015.

BACA JUGA: Awas, Usaha Penggilingan Padi Indonesia dalam Kondisi Rawan

Pada 2015 ada impor beras sebesar 600 ribu ton, sedangkan pada 2016 sebanyak 900 ribu ton. Hal tersebut membuat stok beras di PBIC stabil hingga 2017.

Arief mengharapkan panen raya pada Januari-Februari 2018 sebagaimana klaim Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman benar-benar terjadi. Hal ini untuk mengisi stok beras yang berada di PBIC sekaligus mencukupi kebutuhan pangan di Ibu Kota.

BACA JUGA: Dorong Peningkatan Peran Bulog demi Kedaulatan Pangan

Meski demikian, Arief menyatakan panen raya yang masuk pada Februari dan Maret ini tidak bisa langsung mengisi PBIC. Sebab, gabah yang dipanen bulan ini atau Maret mendatang baru tiga bulan ke depan masuk ke PBIC dalam wujud beras. Sebab, gabah yang dipanen harus melewati proses produksi, pengeringan dan distribusi di setiap daerah.

"Harusnya datang di pertengahan Februari sampai Maret. Sambil menunggu itu, pasokan beras dibantu Bulog. Tapi kalau produksi sendiri, itu belum melimpah," kata dia.

Arief juga mengharapkan panen raya nasional khususnya di Jawa Tengah seperti di Demak, Kudus, Porwodadi, Grobokan dan wilayah Jawa Timur Bojonegoro menghasilkan panen maksimal. Arief menyebut opsi impor beras 500 ribu ton bisa menstabilkan pangan di DKI.

"Impor ini tidak akan dipakai kalau pemenuhan lokal sudah cukup. Jadi itu akan masuk gudang Bulog. Tidak ada hubungannya panen petani. Itu masuknya ke Bulog sebagai penguatan stok," kata dia.(tan/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Produksi Padi Nasional Naik 2,5 Persen


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler