Sempat Putus Sekolah, Muslim Akhirnya Lulus SMP Berkat PKH

Selasa, 14 Juni 2016 – 00:07 WIB
Muslim bersama teman SMP nya setelah menerima bantuan dari program PKH. Foto: Amjad/jpnn

jpnn.com - Program keluarga harapan (PKH) memang belum lama berjalan. Namun, program tersebut sudah mulai ‎terlihat manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan kepastian pendidikan dasar

Muhammad Amjad, Pontianak

BACA JUGA: Berbekal Senapan Serbu Buatan PT Pindad

Sepuluh anak terlihat mendapatkan ‎penghargaan saat kunjungan kerja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ke Pontianak, Kalimantan Barat, mulai Sabtu (11/6) lalu. Selain pelajar SD, ada juga pelajar SMP yang mendapatkan hadiah khusus itu.

Dari deretan anak-anak yang mendapat tas dan bantuan uang buku itu, tampak seorang yang secara perawakan tak tampak seperti anak usia SMP lainnya. 

BACA JUGA: Butuh Cara Cerdas Penyebar Islam Hadapi Budaya Lokal

Dia terlihat tinggi besar, dibanding anak-anak lainnya, dengan baju lengan panjang, anak-anak lainnya terlihat hanya sebahunya.  Selain itu, tas yang merupakan hadiah penghargaan ternyata belum cukup besar baginya.

"Ini adalah anak-anak berprestasi yang mendapatkan bantuan PKH. Mereka bukan hanya bisa terbantu kebutuhan sekolahnya, tapi juga bisa berprestasi," kata pembawa acara. 

BACA JUGA: Lihat Nih Mushaf Tertua di Nusantara

Usai kegiatan, JPNN sempat sejenak menghampirinya. Ternyata, tak ada yang salah dengan perawakan anak yang mengaku bernama Muslim tersebut.

"Iya memang saya kelihatan paling besar, saya memang lebih tua dari anak-anak yang dipanggil tadi," katanya.

Usia Muslim memang sudah 18 tahun. Tapi, dia baru saja mendapatkan hadiah karena selama sekolah di di MTS Al Huda, Pontianak, selalu menjadi juara kelas. Dia bersyukur, ada program keluarga harapan atau PKH karena dirinya bisa lebih tenang melanjutkan sekolah.

"Saya juga dapat bantuan untuk keperluan sekolah, tapi bantuan pemerintah ini benar-benar bisa membantu saya sekolah lagi," tuturnya.

Muslim mengakui, dia berusia 18 tahun karena pernah berhenti sekolah saat sudah kelas II. Penyebabnya, karena dirinya tak memiliki dana untuk sekolah. Sempat putus sekolah beberapa tahun, dia akhirnya diminta mengawali sekolah dari kelas I. 

"Saya sekarang persiapan untuk bisa masuk ke SMK. Bantuan ini benar-benar sangat membantu anak-anak yang pengin sekolah seperti kami ini," ucapnya dengan malu-malu.

Memang, usia Muslim yang telah 18 tahun bisa masuk dalam penerima bantuan PKH. Pasalnya, sampai hari ini dia belum bisa menyelesaikan pendidikan dasarnya. 

Dalam aturan PKH, ada tiga kategori masyarakat sangat tidak mampu yang boleh menerima  bantuan ini. Yakni anak yang berusia 0-6 tahun, anak di bawah usia 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar, dan Ibu Hamil atau yang baru melahirkan (nifas).

Karena aturan inilah, Muslim yang bercita-cita bisa menjadi ahli komputer itu bisa terbantu untuk menyelesaikan pendidikannya.

"Ya, saya pengin anak-anak yang nasibnya pernah seperti saya ini terbantu," paparnya.

Muslim menyebut, dirinya ingin mewujudkan cita-cita untuk menembus SMK. ‎Dia ingin memanfaatkan dana PKH itu, untuk membeli buku sebagai persiapan menuju SMK.

"Saya sangat ingin lulus dan bekerja dan kuliah nanti di teknik komputer. Saya ingin membahagiakan orang tua, membantu mereka dan keluarga saya lainnya," pungkas Muslim. (dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak-Anak Itu Jalan Kaki 6 Km, Haus Langsung Minum Air Selang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler