Sentimen Negatif Tekan IHSG

Rabu, 06 Agustus 2014 – 19:55 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin kering sentiment positif yang bedampak koreksi semakin dalam. Pada penutupan perdagangan Rabu sore (6/8) IHSG terkikis 50,860 poin (1,00 persen) ke level 5.058,227 dan indeks LQ45 tergerus 11,602 poin (1,33 persen) ke level 863,863.

Frekuensi transaksi perdagangan hari ini (belum termasuk post trading) mencapai 208.191 kali dengan volume sebanyak 3,599 miliar saham atau senilai Rp 4,487 triliun. Sebanyak 103 saham naik, sebanyak 216 saham turun, dan selebihnya stagnan.

BACA JUGA: Mobil Diesel Tetap Laris

Saham-saham yang mengalami kenaikan nilai signifikan (top gainers) antara lain, Indo Tambangraya (ITMG) naik 600 (2,20 persen) ke level 27.900. Asahimas Flat Glass (AMFG) terkerek 400 (5,00 persen) ke level 8.400. Mayora Indah (MYOR) naik 400 (1,35 persen) ke level 29.950. Astra Agro (AALI) naik 250 (1,43 persen) ke level 26.650.

Sebaliknya saham-saham mengalami penurunan paling dalam (top losers) di antaranya HM Sampoerna (HMSP) turun 1.000 (1,44 persen) menjadi 68.500. Tower Bersama (TBIG) turun 325 (3,72 persen) menjadi 8.400. Inti Agri Resources (IIKP) turun 325 (20,31 persen) menjadi 1.275. Gudang Garam (GGRM) turun 300 (0,55 persen) menjadi 54.300.

BACA JUGA: Bakrie Telecom Rugi Besar

Selain data makro ekonomi, pelaku pasar hari ini mengamati proses gugatan hasil pemilihan presiden (pilpres) yang mulai menggelar sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), hari ini. Selain itu beredar kabar negatif terkait ancaman bom di lokasi kerumunan yang beredar termasuk di kalangan pasar.

”Menyambut Agustus kelabu, terlihat tekanan pada IHSG berlanjut. Potensi tekanan yang timbul semakin membesar dibarengi oleh capital outflow. Walaupun capital outflow yang terjadi sampai hari ini sangat kecil dibanding total capital inflow yang terjadi sejak awal tahun,” ujar analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya.

BACA JUGA: Sentimen Negatif Data Makro

Pada perdagangan hari ini investor asing memang melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sekitar Rp 1 triliun.

William mengatakan potensi menguji level support 5.014 terlihat akan berlangsung dan target resistance terus menurun hingga saat ini berada pada level 5.101. (gen/dio)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Citilink Tambah Lagi Rute ke Malang dan Surabaya via Halim


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler