Seorang mahasiswa di ibukota negara bagian Queensland, Brisbane dikenai tuduhan melakukan peretasan ke dalam sistem komputer Universitas Queensland (UQ).

Mahasiswa tersebut dituduh meretas ke dalam sistem pemberian nilai ujian guna mengubah nilai yang didapatnya.

BACA JUGA: Gantungan Salib Gaun Putih di Kimberley Peringati Hari KDRT di Australia

Universitas melihat adanya ketidakkonsistenan dalam sistem komputer mereka dan melaporkan kasusnya ke polisi.

Mahasiswa pria tersebut telah dikenai 14 tuduhan termasuk pemalsuan, pencurian, dan pura-pura menjadi orang lain.

BACA JUGA: Grafiti Anti Katolik di Melbourne Sebut Nama Kardinal George Pell


Salah satu bagian dari Universitas Queensland di Brisbane.

Dia akan diajukan ke pengadilan lokal minggu depan.

BACA JUGA: Australia Optimistis Pertemuan Iklim di Paris Akan Berhasil

Tidak disebutkan latar belakang mahasiswa tersebut, apakah dia mahasiswa lokal dan jurusan apa yang diambilnya.

Dalam pernyataannya, UQ mengatakan bahwa tindakan 'penipuan' merupakan masalah yang sangat serius' dan universitas memiliki kebijakan yang komprehensif untuk mendeteksi mereka yang mencoba-coba berbuat curang.

Universitas Queensland adalah universitas terbesar di negara bagian tersebut dan merupakan salah satu universitas terbaik di Australia.

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Negara Bagian Victoria Anggarkan Rp 500 M Untuk Kontra Terorisme

Berita Terkait