Sepanjang 2023, PSF Sukses Memberdayakan 52 Ribu Guru & Kepala Sekolah 

Rabu, 31 Januari 2024 – 13:32 WIB
Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui program pendidikannya mampu meningkatkan kompetensi guru. Foto dok. PSF

jpnn.com, JAKARTA - Putera Sampoerna Foundation (PSF) merangkum perjalanan berbagi praktik baik melalui inisiatif School Development Outreach (SDO).

Program-program PSF yang berjalan pada 2023, yaitu Lighthouse School Program (LSP), Teachers Learning Center (TLC) atau Pusat Belajar Guru (PBG), Professional Development Program (PDP), dan Guru Binar telah berkembang menjadi komunitas yang berdaya.

BACA JUGA: Kurikulum Sering Berubah, Anies: Kunci Kemajuan Pendidikan di Tangan Guru & Kepala Sekolah

Juga menularkan semangat untuk bergerak bersama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama melalui peran para guru, kepala sekolah, beserta manajemennya. 

Selain itu, sebagai komitmen dalam mengembangkan Kurikulum Merdeka dan menjadi mitra pembangunan resmi Kemendikbudristek, PSF menjalankan Program Organisasi Penggerak (POP) di lima wilayah Indonesia. 

BACA JUGA: Sampoerna Foundation Siapkan Dana Pinjaman Bea Kuliah

Chairman, Board of Executive Putera Sampoerna Foundation George Yudistira Irawan menyampaikan sepanjang 2023, PSF telah mampu mengimbaskan manfaat program kepada 52 ribu guru dan kepala sekolah serta lebih dari 200 ribu siswa.

Ini sebagai hasil dari pelatihan kompetensi yang melibatkan 10 ribu guru dan siswa. 

BACA JUGA: Pengembangan Materi jadi Kunci Kesuksesan POP Putera Sampoerna Foundation

Sementara itu, program Guru Binar yang menyediakan platform daring untuk para guru bahkan mampu menjangkau 79 ribu pengguna.

“Sepanjang 2023, Putera Sampoerna Foundation melalui inisiatif School Development Outreach telah memulai, melanjutkan, dan merampungkan banyak program yang fokus kepada pemberdayaan guru," kata George Yudistira Irawan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/1).

Dia melanjutkan pelaksanaan berbagai program PSF-SDO tidak hanya menjangkau lebih banyak guru dan siswa, memberikan imbas akhir ke lingkungan sekitarnya.

Namun, juga membuktikan komitmen PSF-SDO dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai pencapaian gemilang yang diraih oleh para guru penerima manfaat dari masing-masing program.

"Pencapaian para guru yang diperoleh melalui program-program PSF-SDO lebih dari sekadar hasil yang  membanggakan, tetapi juga dorongan agar kami dapat terus berkomitmen memberikan kontribusi yang lebih menyeluruh kepada sektor pendidikan Indonesia melalui program-program yang kami jalankan di tahun 2024,” tutur George.

Selama periode Oktober 2021 hingga Agustus 2023, PSF-SDO menjalankan POP secara mandiri.

Terdapat lima sekolah menengah pertama di Bali dan Sulawesi Selatan yang terpilih sebagai sekolah penggerak binaan PSF, dengan total 160 guru dan manajemen sekolah, 2,610 siswa, dan 2,497 guru imbas. 

Sejak Oktober 2023, pelaksanaan POP diserahterimakan kepada Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing: Buleleng, Bangli, Gianyar, Gowa, dan Tompobulu.

Sepanjang 2023, PSF-SDO memperluas cakupan setiap program agar lebih mudah menjangkau penerima manfaat dan memenuhi kebutuhan utama di masing-masing daerah, terutama pada sektor pendidikan. 

Lighthouse School Program (LSP), program intervensi intensif di sekolah yang bertujuan memenuhi Standar Nasional, melanjutkan tahun pertama pelaksanaannya di empat wilayah: Baubau, Sulawesi Tenggara; Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah; Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat; dan Kota Kediri, Jawa Timur. 

Di tahun yang sama, PSF-SDO merampungkan program LSP di Buleleng, Bali, dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. 

Pada 2023, PSF-SDO aktif melaksanakan berbagai pelatihan daring dan hybrid, antara lain Akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka di Jawa Timur, Pamekasan, Kalimantan dan Gorontalo; Digital Content Creator, Cerita Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka yang bekerja sama dengan PMM-Kemendikbud, serta pelatihan hybrid di Buleleng. 

Di tahun yang sama, Guru Binar telah menyelesaikan pelatihan hybrid di Jayapura dan kabupaten Banyuwangi, Youth Intercultural Program, Transformational Pre-Services Teacher, dan Benchmarking Visit.

Pusat Belajar Guru (PBG) atau Teachers Learning Center (TLC), merupakan organisasi pembelajaran mandiri sistematis dan terstruktur yang dikelola oleh guru-guru fasilitator, program ini telah berlangsung di Kubu Raya dan Sulawesi Tenggara sejak 2021 dan 2022.

Kedua lokasi tersebut dipilih karena tingginya kebutuhan para tenaga pendidik akan akses pelatihan yang lebih terjangkau baik secara biaya maupun geografis. 

PSF-SDO dengan bersama Dinas Pendidikan Kota Samarinda dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam program Ekosistem Pendidik Profesional (EPP) bekerja sama pada pelaksanaan Professional Development Program (PDP).

Sejak November 2022 lalu, program EPP telah menjalankan pelatihan kepada 30 guru terpilih yang dididik sebagai fasilitator kota di mana nantinya dapat menggulirkan ilmunya kepada guru-guru lain melalui diseminasi. 

“Selama dua dekade, PSF terus mengukuhkan komitmen untuk mendukung kualitas pendidikan Indonesia,” pungkas George. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendikbudristek Buka Pendaftaran IISMA 2024, Kuota Peserta Melonjak


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler