Separuh Bahan Baku Industri Plastik Masih Impor

Rabu, 09 Agustus 2017 – 13:34 WIB
Industri plastik. Foto: Radar Kedu/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Industri plastik nasional berencana berinvestasi dengan menambah mesin pada semester kedua 2017.

Langkah itu sempat tertunda pada semester pertama lalu karena permintaan plastik dan turunannya masih lemah.

BACA JUGA: Surplus Neraca Perdagangan Tertinggi sejak 2012

Pada kuartal pertama lalu, pasar industri plastik menurun tiga persen.

Penurunan terjadi akibat perlambatan ekonomi global, konflik politik, serta isu cukai plastik.

BACA JUGA: Panglima TNI: Impor Berisiko Tinggi Berdampak Bagi Ekonomi dan Penerimaan Negara

Akibatnya, peningkatan impor sekitar 50 persen sepanjang semester pertama tahun ini.

Wakil Ketua Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Budi Susanto Sadiman menjelaskan, separuh bahan baku industri plastik masih diimpor.

BACA JUGA: Pembentukan Satgas Penertiban Impor Dinilai Hanya Memboroskan Anggaran

Kebutuhan plastik pada tahun ini diperkirakan mencapai enam juta ton.

Separuhnya dipenuhi impor dari Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Pada semester pertama, pelaku industri sempat menahan investasi mesin meski demand masih terjaga.

Tahun ini, permintaan plastik diprediksi tumbuh enam persen.

Karena itu, dibutuhkan investasi berupa penambahan mesin senilai Rp 1 triliun–Rp 1,5 triliun.

’’Sudah tidak memungkinkan untuk menunda penambahan mesin. Kondisi perekonomian yang tidak kondusif hanya sesaat. Industri tetap harus memperluas usaha,’’ papar Budi.

Permintaan pasar terjadi di industri makanan-minuman, otomotif, pertanian, dan infrastruktur.

’’Petani butuh karung untuk kemasan pupuk dan penyimpanan hasil panen. Infrastruktur butuh pipa air,’’ terangnya.

Namun, permintaan terbesar berasal dari industri makanan.

Alasannya, pertumbuhan industri makanan selalu double-digit.

’’Kemasan makanan dari plastik itu mendongkrak industri,’’ tandas Budi. (car/c14/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Permintaan Plastik Naik, Bahan Baku Kurang


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler