September, Inflasi Di Daerah Ini Lebih Rendah dari Nasional

Selasa, 04 Oktober 2016 – 10:32 WIB
Tampak ibu-ibu berjualan ikan idi Pasar Ternate, Maluku Utara. FOTO: Dok. Dok. Malut Post/JPNN.com

jpnn.com - TERNATE - Setelah pada Agustus Kota Ternate mengalami deflasi 0,1 persen, September lalu kondisinya berbalik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut), mencatat inflasi September mencapai 0,09 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 129,78.

Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,23 persen dengan IHK 125,41.

BACA JUGA: Penerbangan Kepri-Tiongkok Dibuka Akhir Tahun

Kepala BPS Malut Misfaruddin menjelaskan, empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan tiga lainnya deflasi. Adapun andil masing-masing kelompok pengeluaran tersebut terhadap inflasi adalah kelompok bahan makanan minus 0,12 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,17 persen.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar minus 0,01 persen; kelompok sandang minus 0,02 persen; kelompok kesehatan 0,03 persen; kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,04 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen.

BACA JUGA: PLN Lakukan Energize Trafo Baru di Gardu Induk Pameungpeuk

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ikan sorihi, rokok kretek filter, kangkung, lemon, gula, biaya taman kanak-kanak, biaya perguruan tinggi, dan seragam sekolah dan tarif provider ponsel.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain Ikan teri, cakalang, cakalang asap, ikan tuna, baju muslim, sepatu anak dan blus wanita,” jelasnya dilansir Malut Post (JPNN Group).

BACA JUGA: Menpar Arief Yahya Siapkan 19 Calon Jawara untuk UNWTO Award

Sementara situ, inflasi tahun kalender Kota Ternate tercatat 1,53 persen dan inflasi year on year Kota Ternate 4,05 persen.  

“Sedangkan inflasi tahun kalender dan inflasi year on year nasional yaitu masing-masing sebesar 1,97 persen dan 3,08 persen,” pungkasnya.(JPG/fri/jpn).

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sampoerna: Konsumen Bisa Lari ke Rokok Ilegal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler