Serikat Guru Sesalkan Pemberlakuan UN

Selasa, 20 Desember 2016 – 12:26 WIB
UN. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA--Keputusan Presiden Joko Widodo untuk tetap memberlakukan ujian nasional (UN) disayangkan serikat guru.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti sangat menyayangkan moratorium UN batal sehingga ujian tetap dilaksanakan dengan sejumlah perbaikan.  

BACA JUGA: Usul, Soal-soal Ujian Masuk PTN Disisipkan di Unas

"Bagi FSGI dukungan atas moratorium UN karena sejumlah alasan substantif bukan teknis," kata Retno dalam pernyataan resminya, Selasa (20/12).

Lanjutnya, UN selama 12 tahun terbukti tidak meningkatkan kualitas pendidikan.  

BACA JUGA: Sudah Ada 234 Madrasah Aliyah Kejuruan

Fungsi pemetaan UN tidak terlihat,  yang nyata justru pemetaan ketidakjujuran.  

"UN yang tidak valid jelas tidak mampu memetakan persoalan pendidikan," ujarnya.  

BACA JUGA: Presiden Minta Mendikbud Tindaklanjuti Laporan PISA

Retno menambahkan, ada kekeliruan fatal juga bahwa UN digunakan untuk menjadi alat ukur segalanya,  mulai dari kualitas guru, siswa, sekolah,  indeks kejujuran,  masuk ke jenjang yang lebih tinggi,  dan lain-lain.

"Pemerintah seharusnya mempertimbangkan hal tersebut sebagai hal yang sangat tidak tepat‎," pungkasnya. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendikbud: Saya Manut Saja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler