Sering Sasar Perempuan, Penjahat Ini Ditembak

Minggu, 08 Oktober 2017 – 20:56 WIB
Ilustrasi jambret

jpnn.com, SURABAYA - Ahmad Rijianto tak kapok meski sudah pernah masuk penjara. Dia mengulangi perbuatan kriminalnya: menjambret.

Sedikitnya, Ahmad sudah beraksi di delapan TKP. Kemarin dini hari (7/10) Ahmad ditangkap Unit Reskrim Polsek Tegalsari.

BACA JUGA: Penjambret Ketakutan lalu Kentut

Polisi terpaksa menumpahkan timah panas lantaran tersangka berusaha kabur.

Penangkapan bermula dari kecurigaan sejumlah anggota reserse terhadap Ahmad. Gerak-geriknya mencurigakan.

BACA JUGA: Jambret Kalung Bu Guru, Obeng Ambruk Ditembak Polisi

Dia berteriak-teriak saat melintas di kawasan Dinoyo. "Kayak orang gila, tapi naik motornya teges," tutur Kanitreskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin.

Dua anggota opsnal yang sedang berjaga di kawasan Dinoyo mendekati Ahmad. Dia digeledah.

BACA JUGA: Jambret Apes, Ponsel Biasa Dikira iPhone

Dua handphone dan satu tablet ditemukan di saku celananya. Namun, setelah itu dia malah melarikan diri.

Motornya ditinggal di pinggir jalan. Polisi pun makin curiga.

Ahmad berlari ke arah perkampungan. Polisi yang tak mau buruannya lari segera melepaskan dua tembakan peringatan.

Ahmad tetap tak menggubrisnya. Larinya malah makin cepat.

Pistol polisi akhirnya menyalak ke arah kaki pelaku. Dor! Pria 28 tahun itu pun terkapar. Dia mengerang kesakitan.

Polisi lantas membawanya ke klinik. Saat diinterogasi penyidik sekitar pukul 04.00, Ahmad tampak linglung.

Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo menuturkan, pelaku merupakan residivis.

Ahmad pernah dua kali ditangkap Unit Reskrim Polsek Wonokromo. "Kasus curas juga, tahun 2014 dan 2015," jelasnya.

Bukan hanya itu, pemuda asal Karangan, Wonokromo, tersebut juga pernah merasakan timah panas polisi.

Dia pernah ditembak dua kali oleh Unit Reskrim Polsek Wonokromo di bagian kaki juga.

Setelah mengecek rekam jejak tersangka, David menunjukkan daftar tempat kejadian perkara (TKP) yang pernah disasar Ahmad.

Di antaranya, kawasan Made Lakarsantri, HR Muhammad, Benowo, Pakal, CitraLand, Raya Menganti, Mayjen Sungkono, dan Dukuh Pakis.

Kepada polisi, Ahmad mengaku baru saja menjambret di tiga TKP dalam sehari. Dua handphone bermerek Evercoss dan tablet Advan yang ada di sakunya merupakan hasil rampasan di kawasan Surabaya Barat.

Ahmad selalu mengincar korban perempuan. Baik yang berkendara sendiri maupun yang sedang membonceng. Dia tak pernah gagal saat menjambret.

Bahkan, dia mengklaim tidak pernah membuat para korbannya terluka. "Nggak ada yang jatuh kok (korbannya, Red)," katanya.

David menyebut pelaku sebagai spesialis tas cangklong. Sebab, di delapan TKP tersebut, Ahmad tak pernah merampas handphone yang sedang dimainkan pemiliknya saat berkendara.

"Cuma tas yang dia sasar. Spesialis tas cangklong cewek," kata mantan Kapolsek Tambaksari itu.

Polisi menduga Ahmad sudah beraksi puluhan kali. Dia termasuk penjambret kawakan. Dalam sehari, dia bisa tiga kali beraksi. Semuanya berakhir untuk keuntungan pelaku.

Residivis kambuhan tersebut mengaku baru saja kehilangan pekerjaan. Sebelumnya dia menjadi kuli bangunan proyek.

Juni lalu, dia sempat bekerja di Bojonegoro. "Nggak ada uang ya terpaksa nyolong lagi," katanya. (mir/c7/fal/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Jambret Alay Terciduk Polisi


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler