Setelah Lima Tahun, Mesir Akhirnya Bebaskan Mahmoud Abu Zeid

Selasa, 05 Maret 2019 – 22:15 WIB
Mahmoud Abu Zeid, pewarta foto asal Mesir akhirnya bebas dari penjara. Foto: DW

jpnn.com - Aspal. Itulah yang kali pertama disapa Mahmoud Abu Zeid saat keluar dari pintu kantor polisi El Khalifa, Kairo, Senin (4/3).

Itulah yang tampak pada unggahan foto pertama Shawkan -julukan Mahmoud Abu Zeid- sebagai orang bebas. Sepertinya, lelaki 32 tahun tersebut ingin memamerkan status kebebasannya.

BACA JUGA: Kereta Meledak di Stasiun, Menteri Transportasi Langsung Mundur

Senyumnya lebar di unggahan foto. Dengan latar belakang jalan umum, langit subuh yang gelap, dan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang menyilaukan, dia asyik berswafoto bersama kakaknya, Mohamed, dan ayahnya, Abdel Shakour.

"Saya tak bisa menggambarkan perasaan saya. Saya bebas," ujar Shawkan saat ditelepon Reuters.

BACA JUGA: Viagra Perempuan Laku Keras di Mesir

Pada 14 Agustus 2013, Shawkan datang ke Alun-Alun Rabaa Al Adawiya, Kairo, dengan kamera kesayangan. Harapannya, dia bisa mendapatkan gambar bagus yang akan dikirim ke berbagai kantor berita. Juru foto lepas tersebut tak pernah tahu bahwa pekerjaannya waktu itu membuat dia menghabiskan lima tahun di balik jeruji penjara.

Lima tahun di penjara memang terasa seperti selamanya. Tak heran, kerinduan menyambut Shawkan di kampung halamannya.

BACA JUGA: WN Mesir Ini Temukan Metode Mudah Menghafal Aksara Jawa

"Semua jurnalis pasti dihantui risiko terbunuh atau dipenjara. Saya bukan yang pertama atau yang terakhir," tegas pria yang memulai karir di kantor berita foto Demotix tersebut.

Pemuda yang disidang bersama lebih dari 700 terdakwa lain itu hampir menemui ajalnya. Pada sidang awal, dia dituduh ikut demo ilegal, terlibat pembunuhan, dan mengikuti organisasi terlarang Ikhwanul Muslimin.

Shawkan diperlakukan sama dengan pendemo lain. Posisinya sebagai jurnalis freelance membuat statusnya makin rancu. Pengadilan tak menghiraukan bukti bahwa pemenang Press Freedom Prize dari UNESCO itu membawa kamera untuk bekerja.

Pembebasan Shawkan berbelit-belit. Jurnalis foto yang seharusnya sudah dibebaskan tahun lalu tersebut baru menginjak tanah di luar penjara kemarin. "Saya berdoa bahwa nasibnya berubah setelah ini," ujar Abolnasr.

Kebebasan sepenuhnya memang tak bisa dinikmati Shawkan. Dia tetap wajib lapor di kantor kepolisian terdekat setiap senja datang. Hal itulah yang membuat dia tak terima. (bil/c11/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Good News, Road Show PTPN III di Mesir Jaring Kontrak Besar


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler