Setor Rp 10 Ribu ke Oknum Satpol PP, Bisnis Prostitusi Aman

Jumat, 18 Mei 2018 – 02:48 WIB
Ilustrasi prostitusi. Foto: AFP

jpnn.com, KOTAWARINGIN TIMUR - Praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Satpol PP Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terhadap pemilik warung remang-remang yang menyediakan jasa prostitusi terkuak.

Beberapa oknum Satpol PP Kotim selalu menarik uang setoran kepada pemilik warung setiap malam.

BACA JUGA: Mengungkap Modus Oknum Satpol PP Amankan Bisnis Prostitusi

Ulah para oknum itu membuat Pimpinan Pondok Pesantren Darul Aitam Kiai Haji M Yusuf Al-Hudromy geram.

Dia bersama lima santrinya mendengar langsung pengakuan wanita berpakaian seksi mengenai praktik pungli yang dilakukan oknum Satpol PP Kotim.

BACA JUGA: Ssttt, @Onenk_Lemot Ketahuan Jajakan Layanan Seks Menyimpang

”Biasanya ada nanti JH dari Satpol PP. Biasanya sore atau malam datang ambil jatah (uang). Tempat kami satu warung Rp 15 ribu,” ujar seorang wanita berpakaian minim yang saat itu duduk di hadapan KH M Yusuf Al-Hudromy, Selasa (15/5).

KH M Yusuf tidak menyangka ada oknum aparatur pemerintah yang mengamankan bisnis haram itu.

BACA JUGA: Jajakan Janda untuk Bercinta Bertiga, Sebegini Tarifnya

”Bagaimana Sampit bisa jadi kota yang agamais kalau begini kondisinya? Astagfirullah. Sakit hati mendengar pengakuan perempuan itu,” ujar pria yang karib disapa Abah Guru itu.

Saat itu, Abah Guru bersama lima santrinya mendatangi warung remang-remang di kawasan Jalan Mohammad Hatta.

Di kawasan itu ada sekitar 28 warung remang-remang yang menyediakan layanan prostitusi.

Penerangan di warung itu sangat minim. Barang yang dijual juga tidak sama dengan warung lainnya.

Hanya ada bungkusan kopi bermerek yang digantung dan beberapa minuman kaleng sebagai pajangan.

Wanita berpakaian seksi duduk di kursi. Mereka berjejer menanti pelanggan.

Ada sejumlah warung yang didatangi Abah Guru. Berdasarkan penuturan pemilik salah satu warung remang-remang, usaha mereka aman dalam setahun belakangan karena setoran lancar.

Pemilik warung lainnya juga tidak menampik adanya pugli yang dilakukan oknum Satpol PP Kotim.

Menurut dia, setoran bisa mencapai Rp 20 ribu jika tamu sedang banyak. Kalau tamu sedang sedikit, setoran hanya Rp 10 ribu.

”Tergantung rezeki. Kalau ramai bisa diberi lebih. Kalau sepi seadanya,” ujar pemilik warung itu.

Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP Kotim Rody Kamislam mengaku sudah mendengar isu praktik pungli yang dilakukan jajarannya.

Akan tetapi, dia belum mengetahui identitas pelaku.

“Nanti oknum itu akan dipanggil setelah diverifikasi dan terkonfirmasi terlebih dahulu,” kata Rody. (mir/ign)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sindikat Prostitusi Thailand Terbongkar, Ada Ladyboy


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler