Si Melon Langka, Harga Melonjak

Selasa, 25 April 2017 – 00:14 WIB
Ilustrasi elpiji 3 kg. Foto: JPNN

jpnn.com, KUTAI TIMUR - Sepekan terakhir ini, warga Sangatta, Kutai Timur, Kaltim, dipusingkan terjadinya kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Untuk mendapatkannya, warga harus mencari si Melon hingga beberapa kilometer dari tempat tinggal mereka.

BACA JUGA: Distribusi Tertutup Elpiji 3 Kg Diundur Tahun Depan

Ibu rumah tangga asal Kelurahan Teluk Lingga Sangatta Utara, Nurhayati mengaku, gas elpiji 3 Kg sulit ditemukan di sejumlah warung dekat tempat tinggalnya.

Bahkan, meski harus mencari ke agen gas yang letaknya cukup jauh dari rumahnya pun tidak dapat.

BACA JUGA: Buset! Tabung Elpiji 3 Kg Dioplos, Isinya Air

“Cukup jauh juga saya mencari gas. Tapi tetap saja kosong,” ujar Nurhayati.

Hal senada juga dikatakan warga Desa Sangatta Selatan, Ruhayat. Pria berusia 42 tahun itu mengaku, kelangkaan gas elpiji 3 Kg sudah terjadi seminggu.

BACA JUGA: Penduduk Bertambah, Minta 2 Juta Tabung Elpiji 3 Kg

Setelah mencari di sejumlah warung, harganya pun mengalami kenaikan. Biasanya, harga gas elpiji 3 Kg Rp 20 ribu, kini dia harus merogoh kocek sebesar Rp 25 ribu per tabung.

“Selain susah dicari, harganya pun mengalami kenaikan. Mungkin disebabkan langka dan banyak dicari masyarakat,” terang Ruhayat.

Dia pun meminta, pemerintah dapat segera melaksanakan tindakan guna mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 Kg.

Jangan sampai masyarakat resah tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup dikarenakan langkanya gas elpiji 3 Kg. "Harus segera ada tindakan," sebutnya.

Beberapahari lalu, beberapa warga juga mengeluhkan kondisi ini. Suwardi, warga Sangatta Utara juga ini mengaku kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 kilo gram.

Pasalnya, di beberapa distributor tak satupun ditemukan gas tabung melon tersebut. Yang ada hanya berukuran 12 Kg.

“Kalau yang besar aman saja. Yang ukuran 3 kilo gram enggak ada.Tetapi pada saat keliling, saya menemukan di pengecer kecil,” katanya.

Melihat kondisi ini, dirinya meminta kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim menggelar razia guna mengetahui penyebab terjadinya kekosongan tersebut.

“Jadi harus ditelusuri apa penyebabnya. Karena elpiji merupakan salah satu kebutuhan utama warga. Jangan sampai warga kesusahan. Karena keadaan seperti ini sudah lama terjadi,” katanya.

Sementara itu, Marwa salah seorang distributor di Sangatta Selatan membenarkan jika di Sangatta Selatan sudah terjadi kelangkaan sejak sepekan lalu.

Dirinya hanya memberikan pelayanan gas 12 kilo gram. “Yang ada hanya gas 12 kilo gram. Kalau yang kecil tidak ada. Sudah satu minggu ini Mas tidak adanya,” katanya. (aj)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peringatan Penting untuk PNS soal Elpiji 3 Kg


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler