Siap Masuk Surabaya, Petasan Diberangus

Sabtu, 12 Juli 2014 – 21:12 WIB

jpnn.com - SURABAYA – Dua minggu menjelang Lebaran, sejumlah produsen sudah bersiap menyuplai petasan ke Surabaya. Namun, sebagian dapat diamankan polisi di daerah pembuatnya. Total, ada 3.997 mercon yang diamankan polisi sebelum diedarkan.

Pengamanan itu dilakukan dalam operasi penanganan petasan atas instruksi Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono. Sejak awal puasa, polisi tidak hanya menyita mercon yang siap ledak. Tidak sedikit pula bahan baku yang diamankan.

BACA JUGA: Ajukan 4.500 CPNS, Pemkab Malang Hanya Dapat 45

Bahan peledak tersebut adalah 60 kilogram black powder, 25 kilogram potasium, 2.000 buah selongsong mercon, dua ember lem, dan dua karung sumbu mercon. Selain itu, ada sekarung belerang dan 20 pak benang gulungan.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Awi Setiyono menjelaskan, barang tersebut diungkap di Pasuruan, Bondowoso, Lamongan, Trenggalek, dan Gresik. Sudah ada delapan tersangka yang ditangkap. ’’Mereka sedang diperiksa di polres setempat,’’ katanya.

BACA JUGA: PDI Perjuangan Serahkan Statemen Rano ke Megawati

Awi mengungkapkan, semua tersangka itu adalah produsen petasan. Kepada penyidik, mereka mengaku telah mendapat banyak pesanan. Khususnya dari Surabaya. Sebab, di Kota Pahlawan, tidak ada produsen petasan. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, petasan di Surabaya diproduksi di luar daerah.

Menurut keterangan tersangka, semua bahan-bahan tersebut akan dijadikan mercon. Yang mengejutkan, bahan yang disita itu sebenarnya bukan total kebutuhan untuk memenuhi permintaan mercon sampai Lebaran. Jika menjelang hari H, mereka akan kulakan bahan lagi. Sebab, permintaan terus mengalir.

BACA JUGA: Makin Sulit Cetak Sawah Baru di Tenggarong

Untuk memasarkannya ke Surabaya, ada agen khusus yang membeli mercon dari tangan pembuat. Agen tersebut yang menyebarkannya di seluruh wilayah di Surabaya. Di sana sudah ada distributor yang siap menampung dan memasok kepada penjual di sejumlah tempat.

Berdasar pengalaman sebelumnya, mercon itu dibawa ke Surabaya pada malam. Tujuannya, menghindari kecurigaan petugas yang mengawasi setiap hari. Karena itulah, polisi menggiatkan razia, khususnya di jalur perbatasan, baik pada siang maupun malam.

Mantan Wadirlantas Polda Jatim tersebut menyatakan, polisi akan terus mencari produsen, pengedar, dan penjual mercon. Alasannya, mercon sangat membahayakan keselamatan masyarakat. Buktinya, tidak sedikit korban tewas karena mercon.

Bila nanti masih didapati peredaran mercon, polisi tidak segan bertindak tegas. Awi menuturkan bahwa pembuat, penjual, dan pengguna mercon bisa dijerat dengan undang-undang darurat. Ancaman hukuman maksimalnya adalah mati. ’’Kalau soal berat hukumannya, bergantung kepada Pak Hakim,’’ jelasnya. (eko/c14/end)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pilu Ramadan, Ibu Hamil Tewas Saat Bawa Makanan ke Panti Asuhan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler