Siapkan Tujuh Ruas Jalur Jelang Natal

Perawatan Jalan Butuh Rp 8 T

Senin, 20 Desember 2010 – 06:18 WIB

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tujuh ruas jalur utama untuk melayani peak season libur panjang Natal dan Tahun Baru 2011.Tujuh ruas utama yang disiapkan antara lain di Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, dan PapuaTiga jalur utama di kawasan Indonesia Timur yang disebut belakangan baru saja dituntaskan pengerjaannya.

"Persiapan kondisi jalan sendiri diharapkan tuntas sebelum Natal

BACA JUGA: Warga Asing Dilarang Beli Properti di Indonesia

Pekan ini kegiatan fisik sudah dirampungkan agar tidak terjadi kemacetan selama Natal dan Tahun Baru 2011," kata Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto di Jakarta kemarin (19/12).

Secara umum, proyek pengerjaan jalan dan jembatan hingga pertengahan Desember 2010 mencapai 85 persen dari target pelaksanaan preservasi dan penambahan sepanjang 38.500 kilometer selama 2010
Targetnya hingga akhir tahun ini proyek fisik pembangunan jalan tersebut bisa mencapai lebih dari 90 persen dari yang dijadwalkan

BACA JUGA: Belum Pastikan Pembangunan Jembatan Malaka



Djoko mengatakan, seluruh pekerjaan fisik di lapangan telah rampung, namun beberapa di antaranya butuh penyelesaian atau ditargetkan rampung awal tahun depan
Djoko mengatakan, beberapa proyek yang belum bisa dirampungkan tahun ini, diantaranya, jalan layang Cirebon (Target Februari 2011) dan pembangunan jalan nasional di Balaraja (Target Januari-februari 2011)

BACA JUGA: Demokrat Tolak Warteg Dipajaki

"Alasan lainnya adanya keterlambatan pekerjaan fisik akibat cuaca buruk dan lambannya kontraktor pelaksana," kata Djoko.

Dia mengakui jika saat ini ada beberapa paket kontrak pengerjaan jalan yang terancam diputus karena lambannya kinerja kontraktorKementerian PU tengah melakukan evaluasi dan negosiasi dengan kontraktor menyangkut kelanjutan kontrak kerja sama tersebutUmumnya, dia menjelaskan, keterlambatan terjadi karena nilai kontrak yang rendah pada saat lelang sehingga kontraktor tidak serius dalam mengerjakannya.  "Jumlah (yang bermasalah, Red) dibawah 1 persen saja dan umumnya pekerjaan penggalian dan penimbunan tanah," kata dia.

Penyerapan anggaran yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp18,8 triliun diharapkan terserap sebesar 95 persenTahun ini, pemerintah membidik realisasi 87,5 persen dari 38.500 km di Indonesia dengan kategori jalan nasional mantapSebelumnya, jalan nasional kategori mantap hanya mencapai 86 persen dari 38.500 km.

Mulai tahun depan, lima proyek besar akan diprioritaskan oleh Ditjen Bina MargaKelima proyek itu antara lain penyelesaian akses Tanjung Priok, pembangunan underpass Dewa Ruci Denpasar Bali, pembangunan jembatan layang di Kalimantan, penyelesaian ruas jalan di Sulawesi dan kelanjutan proyek jalan Cileungsi, Sumedang, dan Dawuan (Cisumdawu).

Prioritas dilakukan karena proyek tersebut mendesak menyusul tingginya kebutuhan masyarakat atas ketersediaan fasilitasMisalnya, pembangunan underpass Dewaruci, Bali dimana kawasan itu memiliki tingkat kemacetan sangat tinggiDana di Bina Marga untuk tahun depan sekitar Rp 28 triliunDari jumlah itu 8 triliun akan digunakan untuk preservasi jalan.

Anggaran terbesar di Ditjen Bina Marga setiap tahun dialokasikan untuk pemeliharaan jalan, karenanya sistemnya berkalaBerdasar perhitungan, untuk menjadikan seluruh jalan nasional berkategori mantap setidaknya diperlukan dana sebesar Rp32 triliun(zul)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pakai Dinar Lebih Menguntungkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler