Simak, 6 Cara Sukses Bangun Usaha Ala Orang Tionghoa

Minggu, 19 Juni 2016 – 10:31 WIB
Ilustrasi. Foto Istimewa

jpnn.com - KEBANYAKAN orang-orang Tionghoa, punya jurus-jurus jitu dalam membangun usahanya dan menjadi pengusaha sukses. Menariknya, jurus-jurus ini ternyata sangat sederhana. Asal kamu punya keinginan kuat menjalaninya, kamu juga bisa menjadi pengusaha sukses.

Untuk itu, tak ada salahnya, bila kita kupas rahasia sukses orang Tionghoa dalam menjalankan usaha.

BACA JUGA: Dibutuhkan 3,5 Juta Tenaga Kerja Naik, hanya Tersedia 500 Ribu

1. Belajar sejak dini.

Bila kamu sedang berkunjung ke rumah makan milik orang Tionghoa, tanya riwayat usaha itu pada pemiliknya. Pemilik akan bilang, keluarganya sudah merintis usaha itu sejak zaman kakek buyut, hingga dikelola ayahnya sendiri.

BACA JUGA: Yakin Golkar Dukung Ahok? Simak Dulu Kata Pak Bamsoet Ini

Ketika orang Tionghoa membuka usaha, mereka selalu melibatkan anak-anaknya. Sebab, para orang tua sudah mengajari anak-anak mereka cara berbinis sejak kecil. Dimulai dengan mengurus hal sederhana, seperti menyajikan makanan.

Kelak, saat dewasa, si anak sudah duduk di belakang meja kasir. Lambat laun, anak itu akan memahami seluk-beluk bisnis di luar kepala.

BACA JUGA: Pemerintah Chile, Larang Eksportir Mamin Masuk Melebihi Batas Nutrisi

2. Kualitas bagus, harga sebanding.

Orang Tionghoa menerapkan standar tinggi untuk produk yang dijualnya. Sebagai contoh, tempat usaha bakmi. Banyak pengusaha bakmi terkenal mampu menyajikan bakmi dengan rasa yang enak.

Uniknya, rasa masakan selalu enak meski sudah bertahun-tahun berdiri. Orang Tionghoa memiliki kepercayaan bahwa menjual makanan dengan harga lebih mahal dan memadukannya dengan rasa yang enak, akan mendatangkan konsumen yang loyal.

Tak hanya itu, orang Tionghoa meyakini jurus ini mampu membuat tempat usahanya menjadi sangat terkenal. Pelayanan juga menjadi kuncinya, jangan sampai terjadi kesalahan atau kelalaian saat melayani konsumen.

3. Manajemen handal dan kerja keras.

Toko milik pengusaha Tionghoa sangat jarang mengalami kehabisan stok barang. Sebab, mereka menerapkan sistem administrasi barang yang baik. Pembukuan pun tertib. Alhasil, pembukuan arus kas pun bisa berjalan lancar.

Saat manajemen usaha sudah handal, mereka tetap bekerja keras. Tak ada kata bersantai-santai dalam kamusnya. Kerja, kerja, dan kerja.

4. Jalin relasi.

Pengusaha Tionghoa terkenal pandai menjaga hubungan dengan pelanggan. Tujuannya, menjaga loyalitas pelanggan. Para pengusaha Tionghoa ini kerap melakukannya dengan memberikan hadiah pada pelanggan.

Meski harga hadiah tak terlalu mahal, hadiah ini mampu memberi kesan positif bagi pelanggan.

5. Hidup sederhana.

Sebelum benar-benar kaya, orang Tionghoa terbiasa hidup sederhana. Mereka terbiasa menekan biaya hidup sebisa mungkin dan sebagian besar penghasilan untuk tabungan dan investasi.

Tabungan ini akan sangat berguna di kemudian hari untuk ekspansi usaha.

6. Tekun belajar.

Pepatah bilang, malu bertanya sesat dijalan. Begitu pula orang Tionghoa, mereka tak malu bertanya ketika baru memulai usahanya. Mereka akan giat mencari informasi sebanyak mungkin.

Ketika menggeluti usaha baru, pengusaha Tionghoa akan tekun mempelajari bisnis barunya. Jatuh bangun sudah menjadi hal biasa. Namun, orang Tionghoa akan belajar dari kesalahan yang ia buat untuk mendapat hasil yang baik. (adv/bca/chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Impor Udang Indonesia Terinfeksi Virus Berbahaya, Kemendag Bilang...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler