jpnn.com - JAKARTA - Mantan tokoh militer Indonesia, Kivlan Zen memastikan tidak ada upaya makar secara terselubung dalam Aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang.
Mantan kepala staf Kostrad dengan pangkat terakhir mayor jenderal itu menegaskan, aksi yang dikenal dengan sebutan Gerakan 212 tersebut merupakan upaya damai untuk menyuarakan aspirasi umat Islam. Karenanya dia mengingatkan agar tidak ada tudingan aneh-aneh soal Aksi 212.
BACA JUGA: Fadli dan Fahri Absen Dalam Demo 2 Desember, Mau Tahu Kenapa?
"Aksi 2 Desember itu kan salat Jumat berjamaah dan doa bersama untuk kebaikan bangsa. Jangan dituding yang macem-macem,” ujarnya saat ditemui di kantor PB HMI, Jakarta, Senin (28/11).
Menurut Kivlan, dugaan tentang adanya upaya makar akhir-akhir ini merupakan tudungan tanpa dasar. “Mana mungkin itu terjadi, merencanakan saja tidak," tegasnya.
BACA JUGA: Fadli Zon: Itu adalah Penghinaan
Lebih lanjut Kivlan mengatakan, isu makar sengaja dihembuskan untuk memecah belah umat islam. Pria kelahiran 24 Desember 1946 itu bahkan sudah menyampaikan klarifikasinya melalui media sosial untuk menepis adanya upaya makar.
“Itu isu yang tidak bertanggung jawab, saya mendukung aksi ini karena bertujuan untuk menegakkan hukum. Janganlah Kapolri membuat isu yang berlebihan dan terkesan menakut-nakuti rakyat," pungkas pria kelahiran Langsa, Aceh itu.(mg5/JPNN)
BACA JUGA: Tunjuk Badrodin Haiti jadi Komut, Bu Rini: Permintaan Saya
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapolri Pastikan Unsur Makar Bukan dari GNPF-MUI
Redaktur : Tim Redaksi