Simpati Palestina, Jurnalis Israel Dipenjara

Dianggap Pembocor Dokumen Militer Israel

Selasa, 01 November 2011 – 00:10 WIB

JERUSALEM - Ini hukuman untuk mata-mata yang membocorkan dokumen militer rahasia Israel ke MediaAnat Kam divonis 4,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tel Aviv

BACA JUGA: Militan Gaza Tawari Israel Berdamai

Anat Kam telah menghabiskan waktu hampir dua tahun di tahanan dalam kasus tersebut.
 
Dalam sebuah transkrip putusan pengadilan yang diterima Agence France-Presse disebutkan bahwa terdakwa diberi waktu 45 hari untuk mengajukan banding
Kam diketahui ditahan sejak Desember 2009.
 
Kam dinyatakan terbukti melakukan kejahatan mata-mata dan memberikan data rahasia militer kepada harian Haaretz, Israel

BACA JUGA: 12 Warga AS dan 1 Kanada Tewas

Pengakuannya dilakukan di sidang banding Februari lalu
Media melansir, pengakuan tersebut adalah sebagai tawar-menawar kasus tuduhan mengancam stabilitas negara dengan ancaman hukuman seumur hidup.
 
Minggu (30/10) lalu pengadilan memvonis Kam penjara 54 bulan dengan tambahan 18 bulan yang berlaku tiga tahun setelah masa hukuman pertama dilalui.
 
Kam menjalani tahanan rumah pada Desember 2009

BACA JUGA: Berlusconi Hamburkan Duit untuk Yang Cantik

Sebulan kemudian, dia didakwa mencuri lebih dari 2.000 dokumen rahasia militer, termasuk rencana detail operasi dan pengerahan pasukan, selama masih aktif bertugas sebagai tentara pada 2005-2007.
 
Sebagian dokumen digunakan sebagai sumber pemberitaan harian Haaretz yang menyatakan bahwa tentara Israel telah diperintahkan untuk membunuh militan PalestinaPerintah tersebut sebenarnya adalah pelanggaran terhadap keputusan Mahkamah Agung Israel.
 
Wartawan yang menulisnya, Uri Blau, diberi kekebalan hukum agar terhindar dari jerat hukum setelah bersedia menyerahkan data rahasia tersebut.
 
Kam menyatakan, tindakannya itu termotifasi oleh ideologi dan keinginan untuk membocorkan kebijakan militer terhadap Palestina.
 
Dalam putusan vonisnya, hakim Nurit Ahituv menulis bahwa tindakan Kam mengopi 2.085 dokumen, membawanya pulang, dan menyerahkan lebih dari 1.500 lainnya kepada media setahun lalu membuktikan bahwa tindakannya bukan sekadar untuk memuaskan keinginannyaDi antara 1.500 data yang ada, 150 masuk kategori "sangat rahasia" dan 330 lainnya adalah "rahasia"
 
"Menurut kami, ini tidak dilakukan secara acak dan kesalahan tidak disengaja," tulis hakim"Ada rangkaian aksi karena terdakwa bisa saja membatalkan penyerahan data-data tersebut," tandasnya
 
Selama berkarir di militer sebagai seorang asisten biro pusat komando, Kam secara diam-diam mengopi ribuan dokumen rahasia, termasuk yang sangat rahasiaSetelah keluar dari militer, dia menyimpan dokumen tersebut di sebuah CD dan membocorkannya kepada wartawan Haaretz, Uri BlauKasus tersebut terungkap karena Uri menulisya dengan gaya tidak langsung(cak/c4/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tambang Batubara Meledak, 29 Orang Tewas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler