Siswi SMP Tewas saat Dihukum Gurunya, Keluarga Ikhlas

Minggu, 08 Februari 2015 – 04:29 WIB

jpnn.com - MAJALENGKA -  Lintang, siswi SMP Negeri I Palasah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, meninggal dunia saat menjalani hukuman yang diberikan gurunya. Ia tewas saat berlari mengelilingi lapangan basket, Kamis (5/2). Tiba-tiba saja, gadis berusia 13 tahun itu ambruk dan nyawanya tak tertolong.

Kepergian Lintang memang meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Namun, keluarganya mengaku tak akan menggugat sekolah.

BACA JUGA: Minta Dibuatkan Mi Goreng, Ternyata Firasat Kematian Siswi SMP Itu

Paman korban, Endo mengaku tak akan menuntut guru yang menghukum Lintang maupun pihak sekolah SMP Negeri I Palasah. Ia mengaku sudah ikhlas atas kepergian gadi semata wayang itu.

Bagi Endo, peristiwa yang menimpa Lintang merupakan takdir yang tak bisa ditolak. “Saat sampai di sana, kami pun berfikir lagi. Kami hanya ikhlas dan berusaha tabah menghadapi kepergiannya yang sudah saya anggap sebagai anak sendiri. Dia adalah kebanggaan keluarga,” kata Endo seperti yang dilansir Radar Cirebon (Grup JPNN.com), Minggu (8/2).

BACA JUGA: Ditolak Menikah, Bapak Tindih Anak Tiri

Seperti diketahui, nasib tragis menimpa Lintang. Dia tewas mendadak setelah mendapat sanksi dari salah seorang guru, lantaran hal sepele, tidak mengerjakan tugas Pekerjaan Rumah (PR).

“Mungkin Allah SWT lebih sayang kepada Lintang sehingga harus meninggalkan kami sangat cepat ini. Kami memohon doa semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan bagi pihak keluarga selalu diberikan ketabahan dan kekuatan,” kata Endo.

BACA JUGA: Banyak Penjual Gunakan Timbangan Tak Sesuai Standar

Jenazah Lintang dikebumikan di TPU setempat usai dari RS Bhayangkara, Indramayu sekitar pukul 22.15, Kamis (5/2). Tangis histeris mewarnai pemakaman gadis berusia 13 tahun tersebut. Dalam prosesi pemakaman juga didampingi aparat keamanan Polsek Palasah serta sejumlah kerabat maupun tetangga korban.

Peristiwa menimpa Lintang, siswi SMP Negeri I Palasah Kabupaten Majalengka. Dia tewas mendadak setelah mendapat sanksi dari salah seorang guru, lantaran hal sepele, tidak mengerjakan tugas Pekerjaan Rumah (PR).

Tewasnya Lintang, warga Blok Selasa RT 04 RW 01 Desa Karamat, Kecamatan Palasah ini, diduga tidak kuat menjalani hukuman. Korban sempat ambruk seketika dan koma setelah menjalani hukuman berlari mengelilingi lapangan basket, Kamis (5/2).

Sanksi tersebut dijalani Lintang bersama belasan peserta didik lainnya di sekolah yang sama-sama tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Namun hanya Lintang yang berakhir tragis. (ono/awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demam Berdarah Kian Ganas, Dua Daerah Berstatus KLB


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler