Situ Gintung Meluap Lagi, Rumah Warga Tergenangi

Senin, 09 Agustus 2010 – 02:48 WIB

TANGSEL – Trauma akan peristiwa luapan air Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) dirasakan warga setempatLuapan air kembali dialaminya pada Sabtu (7/8) malam

BACA JUGA: Gedung Pelni Tebakar, Dua Tewas

Air Situ Gintung meluap dari saluran pembuangan sementara yang mengakibatkan luapan air menggenangi beberapa rumah warga

   
Sepanjang pengamatan, kemarin, warga di sekitar masih terlihat membersihkan rumah dari sisa lumpur dan air yang meluap dari parit buatan yang memiliki lebar 1,5 meter dan tinggi setengah meter itu.  Endah, 41, warga Kampung Gunung, Cirendue, mengatakan air disertai lumpur dengan ketinggian betis orang dewasa mulai menggenangi rumah warga Cirendeu dan Masjid Jabal Rahman sekitar 18.30 WIB

BACA JUGA: Ahli Waris Tuntut Tanah ke Grand Wisata

Dan air sendiri mulai surut sekitar pukul 23.40 WIB
’’Kami kira kejadiaannya akan seperti yang dulu (saat tanggul Situ Gintung jebol 2009 silam, Red)

BACA JUGA: Jakarta Harus Bangun TPST Lokal

Akibat air, peralatan warga banyak yang basah,’’ ujar Endah yang kediamannya juga terkena genangan air. 
   
Sementara, Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Tangsel mengatakan tidak ada bendungan Situ Gintung yang jebolAir menggenangi rumah warga pada pada Sabtu (7/8) malam akibat saluran pembuangan sementara tidak mampu menampung debit air, akibat derasnya hujan yang terjadi. 
   
Kadis Bina Marga dan Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Tangsel, Dendy Pryadana menuturkan, hujan deras sepanjang Sabtu (7/8) sore hingga malam berakibat (parit, red) yang terbuat dari beton dengan lebar 1,5 meter setinggi setengah meter yang menjadi lintasan air dari bak bendungan menuju kali Pesangrahan, tidak sanggup menampung debit air. 
   
’’Bukan tanggul Gintung jebol, melainkan saluran air sementara (parit, Red) meluap akibat curah hujan tinggi,” ungkap Dendy yang mengatakan beberapa rumah warga menjadi tergenang airtermasuk Masjid Jabal Rahman yang berada di sekitar bendungan
   
Saat ini, pembangunan beton spill way (bangunan pintu air bendungan gintung) dan bangunan saluran pembuangan air utama belum rampungDan, parit sementara yang meluap Sabtu malam menjadi satu-satunya saluran pembuangan menuju kali Pesanggrahan’’Saat ini jalur bangunan dan pintu air utama masih basah dan sedang dalam proses pengeringan,’’ kata Dendy.
   
Balai Besar Sumber Waduk Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Departemen Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Bina Marga setempat menurut Dendi, telah melakukan penguatan saluran air sementara sambil menunggu beton spill way dan beton saluran utama mengering’’Kita sudah siapkan perahu karet untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,’’ kata Dendy.     Pembangunan bendungan Situ Gintung sendiri direncanakan rampung Desember 2010 mendatangSitu Gintung yang menelan biaya pembuatan Rp 95 milliar dari APBN ini akan menjadi bak penampungan air percontohan terbaru dengan sistem buka tutup
   
Saat ini, pembangunan bendungan Situ Gintung telah memasuki tahap pembangunan dinding beton setinggi 12 meter pada sisi kanan-kiri sepanjang 870 meter dan lebar 6 meter yang berfungsi sebagai saluran air utama’’Pembangunan sudah mencapai 50 persen dan tidak ada korban jiwa,’’ ungkap Dendy(kin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertanyakan Halte yang Mangkrak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler