Soal Hoaks Penjualan Bayi Korban Gempa Cianjur, Polda Jabar Bergerak

Selasa, 29 November 2022 – 14:42 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo (kiri) saat mengunjungi posko gempa di Polres Cianjur, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022). ANTARA/Ahmad Muzdaffar Fauzan

jpnn.com - CIANJUR - Kepolisian Daerah Jawa Barat atau Polda Jabar tidak tinggal diam menyikapi hoaks penjualan bayi korban gempa Cianjur melalui media sosial.

Polda Jabar akan menyelidiki penyebar hoaks penjualan bayi dengan modus adopsi anak terdampak korban gempa Cianjur melalui medsos tersebut.

BACA JUGA: Pemilu 2024: Provinsi Ini Rawan Konflik SARA, Hoaks, hingga Money Politics

"Kami akan melakukan lidik pendalaman apabila kami dapatkan dan bisa dikembangkan dan profiling terhadap orang-orangnya nanti akan kami proses hukum," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Polres Cianjur, Selasa (29/11).

Perwira menengah Polri ini mengaku pihaknya telah menerima informasi penjualan bayi untuk mengadopsi anak yang menjadi korban terdampak gempa Cianjur melalui media sosial.

BACA JUGA: RT Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi di Medan, Ini Perannya

Dari hasil penelusuran, Ibrahim menyatakan unggahan informasi melalui media sosial itu tidak dapat dipertanggungjawabkan dan  menyesatkan publik sehingga mengandung unsur pidana.

"Kami sudah pantau benar terkait posting-an penjualan bayi, memang sampai sekarang belum ada informasi atau data ataupun laporan kami kita terima," ungkapnya.

BACA JUGA: Kisah Petugas PLN, Tetap Melayani Masyarakat Meski Rumahnya Hancur Akibat Gempa Cianjur

Kombes Ibrahim menambahkan Polda Jabar juga belum menerima laporan atau pengaduan adanya penjualan bayi korban gempa Cianjur.

Ibrahim menyatakan Polda Jabar mengklarifikasi informasi yang tidak benar dan masuk ranah pidana itu.

Ibrahim mengimbau masyarakat bijaksana menerima informasi terkait gempa Cianjur, karena seluruh pihak lebih berkonsentrasi terhadap penanganan warga terdampak bencana.

"Kami berharap masyarakat bijaksana untuk melihat segala informasi yang bergulir tidak menjadi residu informasi bagi masyarakat yang menyesatkan," kata Ibrahim Tompo. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler