Sorak Petani di Tepian Timur Untuk Menteri Amran

Selasa, 14 Maret 2017 – 16:25 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan anggota DPD NTT Ibrahim Maeda. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

jpnn.com, BELU - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memenuhi janjinya mengunjungi masyarakat Belu dan Malaka di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah-wilayah tersebut berada di perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.

BACA JUGA: Mentan Lepas Ekspor Perdana Daging Ayam Olahan ke PNG

Kunjungannya kali ini, Amran mendatangi Desa Kenebibi, di Belu.

Amran mendapat sambutan hangat dari ratusan warga yang sudah menunggunya.

BACA JUGA: Kementan Siap Replanting Lahan Kelapa Sawit

Tarian Likurai, sebagai ungkapan selamat datang dari para tetua adat dan warga mengiringi langkah kaki Amran yang sudah menempuh perjalanan jauh dan jalanan rusak menuju dusun kecil tersebut.

Amran langsung mengikuti panen bersama petani jagung di lahan seluas 100 hektar dan kacang tanah 25 hektar.

BACA JUGA: FAO Dukung Upaya Kementan Wujudkan Ketahanan Pangan

"Kita kembangkan lagi harus lebih luas lagi. Jadi kita bisa wujudkan sesuai keinginan Gubernur NTT menjadi provinsi jagung terbesar. Setiap lahan ini harus ditanami jagung," tutur Amran di sela-sela panen jagung.

Dalam kegiatan itu, Menteri Amran didampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya, anggota DPD Provinsi Ibrahim Maeda, Bupati Belu Willybrodus Lay, dan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran beserta pejabat terkait dari TNI-Polri.

Amran mengatakan, wilayah perbatasan NTT harus gencar mengembangkan tanaman holtikultura seperti jagung dan kacang tanah agar bisa ekspor ke negara tetangga.

"Ini sesuai dengan permintaan dan instruksi Presiden Joko Widodo agar pembangunan dimulai dari perbatasan. Belu dan Malaka bisa ekspor kasih makan tetangga kita di Timor Leste," imbuh Amran.

Sementara itu, Bupati Belu Willy Lay, tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Menteri Amran ke wilayahnya.

Apalagi, ini pertama kalinya ada menteri pertanian yang datang ke daerah terpencil untuk ikut panen bersama petani.

"Terima kasih Pak Menteri untuk melihat kami di tepian negeri. Ini satu peristiwa langka, masyarakat meminta dan Pak Menteri datang langsung di tengah kesibukan," tutur Willy.

Willy mengatakan, petani di wilayahnya memang sangat berharap dukungan dari pemerintah pusat.
Terutama pengembangan jagung dan kacang tanah.

Kedatangan Menteri Amran ini dianggap sebagai secercah harapan untuk petani di perbatasan timur tersebut.

"Kami berharap pemerintah pusat bantu mengirim bibit jagung untuk petani di sini sehingga kami bisa fokus untuk pengembangan," pungkas Willy. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sambangi KPK, Mentan Diskusi Khusus Soal Ini


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan  

Terpopuler