Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Bukan Proses yang Mudah

Jumat, 11 Maret 2022 – 12:46 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui masih banyak tantangan yang berpotensi memberikan guncangan pada proses pemulihan ekonomi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui masih banyak tantangan yang berpotensi memberikan guncangan pada proses pemulihan ekonomi dari krisis pandemi Covid-19.

"Pemulihan ekonomi bukanlah proses yang mulus dan mudah. Banyak tantangan yang bisa menimbulkan guncangan dalam jalur pemulihan," kata Sri Mulyani dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis Ke-46 Universitas Sebelas Maret di Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/3).

BACA JUGA: Sri Mulyani Punya Pesan untuk Perempuan, Penting untuk Meleburkan Stereotip 

Eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan sejauh ini Indonesia sudah mulai mengalami pemulihan dan sedang kembali ke dalam jalur menuju tujuan serta cita-cita pembangunan.

Hal itu sebagai hasil dari berbagai reformasi seperti reformasi struktural, reformasi fiskal hingga reformasi APBN.

BACA JUGA: Sri Mulyani Tetapkan 3 Nama untuk Calon Ketua OJK, Siapa Mereka?

Namun, beberapa tantangan yang berpotensi mengguncang jalur pemulihan Indonesia, seperti adanya transisi pandemi menjadi endemi yang tidak merata di berbagai daerah.

Selain itu, tantangan lainnya adalah terjadinya gejolak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga komoditas secara ekstrem.

BACA JUGA: Soal Pembayaran TPP, Sutarmidji Menunggu Persetujuan Menkeu Sri Mulyani

"Juga adanya disrupsi rantai pasok global yang menciptakan tingginya tekanan inflasi global," Sri Mulyani.

Perempuan kelahiran Bandarlampung itu juga menilai perubahan iklim juga merupakan tantangan yang berpotensi mengguncang jalur pemulihan.

Oleh karena itu, Menkeu menilai harus dijawab secara dini dan teliti baik dari sisi teknologi, kebijakan, dan keuangan.

Menteri Keuangan Terbaik 2020 versi Global Markets itu pun memastikan pemerintah senantiasa menjaga kesehatan dan keandalan APBN.

"APBN merupakan instrumen penting untuk pembangunan dan menjaga Indonesia dari dampak krisis lebih dalam," tegas Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan upaya menjaga kesehatan APBN dilakukan agar instrumen itu terus mampu menjadi solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan gejolak serta ancaman krisis yang berpotensi terjadi di masa depan.

"Reformasi APBN dan keuangan negara adalah keniscayaan dan kebutuhan," tegas Sri Mulyani. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler