Sriwati Ungkap Kondisi JA yang Divonis Mengidap HIV, Bikin Terenyuh

Minggu, 18 September 2022 – 11:20 WIB
Aktivis Fortune Community Sriwati menceritakan kondisi JA yang divonis mengidap HIV, saat berada di Polrestabes Medan, Jumat (16/9). Foto: Finta Rahyuni/JPNN.com

jpnn.com, MEDAN - Aktivis Fortune Community Sriwati mengungkap fakta kondisi JA, anak perempuan 12 tahun di Kota Medan yang divonis mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus).

JA diduga korban pelecehan seksual oleh orang-orang terdekatnya.

BACA JUGA: Heboh Kekerasan Seksual di Jakarta Utara, Kombes Wibowo Ungkap Fakta soal Pelaku, Duh

Kondisi JA terungkap setelah nenek korban mengadu ke komunitas yang bergerak di bidang sosial itu.

"Saya ditelepon oleh salah satu keluarga dari JA bahwa JA ini sakit," kata Sriwati dikutip dari JPNN Sumut, Minggu (18/9).

BACA JUGA: Pengakuan Pemuda Madiun soal Bjorka, Begini Awalnya, Oalah

Menurut dia, JA awalnya mengeluhkan sakit di bagian perut yang tidak kunjung sembuh.

Pihak Fortune Community lantas membawa JA ke salah rumah sakit untuk pemeriksaan. Hasilnya, tidak menunjukkan faktor apa pun.

BACA JUGA: Sebelum Tewas di Basemen DPRD Riau, Wanita PNS Ini Kencan dengan Suami Siri, Terjadilah

"Ternyata hasil (tes) semuanya itu bagus," ujar Sriwati di Polrestabes Medan.

Perempuan itu pun kebingungan lantaran setelah pemeriksaan tersebut, JA masih terus mengeluhkan sakit di bagian perutnya.

Untuk memastikan lagi, JA tes endoskopi di RS Mitra Medika Premier di Jalan S Parman, Medan.

Hasil pemeriksaan kedua itu memperlihatkan adanya jamur di tenggorokan hingga lambung JA.

Sriwati menduga jamur itulah yang membuat korban sering sakit di bagian perut.

"Dari tenggorokan sampai ke lambungnya itu semua jamur. Terus banyak polip, ada dari usus 12 jari itu juga polip," beber Sriwati.

BACA JUGA: JA yang Mengidap HIV Diduga Korban Pelecehan Seksual, Pacar Ibunya Terlibat

Syahdan, Siwati melakukan pemeriksaan ketiga terhadap JA yang hasilnya menyatakan korban positif HIV.

"Dokter menyarankan kami untuk cek, kami cek, ternyata hasilnya positif mengidap HIV," ujar dia.

Dugaan Pelecehan Seksual

Dugaan pelecehan seksual yang dialami JA diungkap Ketua Perhimpunan Tionghoa Demokrat Indonesia (Pertidi) David Angdreas.

"JA telah mendapatkan perlakuan pelecehan seksual sehingga membuatnya positif HIV," kata David Angdreas dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (14/9) lalu.

David menuturkan bahwa JA sejak bayi tinggal bersama ibunya setelah kedua orang tua korban berpisah.

Konon, sang ibu ternyata punya pacar yang tinggal bersama mereka.

JA mengaku ibunya sering bekerja pada malam hari dan meninggalkan korban bersama dengan pacar ibunya di rumah.

"Pengakuan JA, pacar ibunya yang pertama melecehkan korban," ujar David.

Lalu, saat usia korban tujuh tahun, ibunya meninggal sehingga JA harus tinggal bersama ayahnya yang sudah memiliki istri lagi.

JA tinggal di sana bersama dua saudara tiri dan adik nenek korban berinisial CA yang disebut ikut melakukan pelecehan seksual terhadap JA saat tengah tertidur.

Perbuatan CA membuat sang nenek korban geram dan mengusir sang adik dari rumah tersebut.

JA kemudian dipindah ke Medan bersama keluarga sang nenek, A. Diduga, korban juga kerap mendapat perlakuan kasar, bahkan ditelanjangi oleh suami A.

Tak lama setelah itu, JA kemudian pindah ke rumah AL yang merupakan teman dari neneknya.

Delapan bulan kemudian, JA dipindah lagi ke rumah AY. Setelah tiga bulan di sana, korban mulai merasakan sakit dan tidak kunjung sembuh.

Kondisi JA itu disampaikan AY kepada nenek korban yang kemudian mengadukan kondisi cucunya itu ke komunitas mobil di Medan. Setelah pemeriksaan, anak remaja itu dinyatakan positif HIV.

Menurut David, kasus itu sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan dengan nomor LP: STTLP/2761/VIII/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut pada 29 Agustus 2022 lalu.

David berharap polisi segera mengungkap kasus itu dan menangkap para pelaku pelecehan seksual terhadap JA.

"Kami berharap kasus JA ini segera terungkap, apa yang sebenarnya terjadi kepada JA," ujar David. (mcr22/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler