Strategi Bankaltimtara Kejar Aset Rp 26,55 Triliun

Senin, 06 Mei 2019 – 13:43 WIB
Ilustrasi petugas PT Bankaltimtara. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bankaltimtara) berhasil membukukan kinerja yang baik pada 2018.

Bank kebanggaan warga Kaltim-Kaltara ini sukses meningkatkan aset sebesar sebelas persen.

BACA JUGA: Mengintip Kinerja Gemilang Bankaltimtara

Pada 2018, aset Bankaltimtara mencapai Rp 25,34 triliun. Angka itu naik dari 2017 yang hanya Rp 22,69 triliun. 

Pimpinan Sekretariat PT Bankaltimtara Abdul Haris Sahilin mengatakan, rata-rata pertumbuhan aset bank nasional sepanjang 2018 hanya sebesar 9,22 persen, sedangkan BPD seluruh Indonesia rata-rata tumbuhnya 8,41 persen.

BACA JUGA: 2 Cara Agar Perbankan Syariah Semakin Perkasa

Artinya pertumbuhan aset Bankaltimtara di atas pertumbuhan aset perbankan nasional dan BPD seluruh Indonesia.

Pembentuk utama total aset itu berasal dari dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan.

BACA JUGA: Tapping Box Bankaltimtara Dongkrak Setoran Pajak

DPK Bankaltimtara pada 2017 mencapai Rp 15,68 triliun. Pada 2018 mencapai Rp 18,89 triliun atau tumbuh 20,43 persen. Jumlah itu juga lebih tinggi dari pertumbuhan DPK nasional.

Sebab, DPK nasional rata-rata hanya tumbuh 6,45 persen, sedangkan DPK BPD seluruh Indonesia hanya tumbuh 6,25 persen.

“Adanya peningkatan jaringan, layanan dan sebagainya menandakan usaha kami berhasil. Juga mencatatkan pencapaian yang sangat baik,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Minggu (5/4).

Tahun ini ditargetkan aset akan mencapai Rp 26,55 triliun. Target tersebut naik 5 persen atau lebih dari Rp 1 triliun dibandingkan total aset 2018.

“Target dibuat bukan untuk tercapai, melainkan harus dilampaui,” tuturnya.

Banyak hal yang akan dilakukan untuk melampaui target aset. Beberapa di antaranya sudah terealisasi pada awal 2019.

Misalnya, aksi korporasi dengan menerbitkan surat berharga. Sebab, itu merupakan salah satu pembentuk aset di luar DPK.

“Untuk triwulan pertama pada akhir Maret sudah berhasil jual surat berharga senilai Rp 500 miliar. Untuk triwulan kedua kami akan tawarkan lagi sesi kedua untuk surat berharga Rp 500 miliar,” katanya.

Dari surat berharga saja perseroan bisa mendapatkan Rp 1 triliun dan sudah melampaui target.

“Kalau melihat animo dari triwulan pertama, surat berharga bisa membantu melampaui target lebih banyak,” pungkasnya. (ctr/ndu/k18)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penerbitan NCD Bankaltimtara Direspons Positif


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler