Strategi di Balik Aksi Stage Dive Mas Agus

Senin, 26 Desember 2016 – 15:47 WIB
Aksi stage dive Agus Yudhoyono. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JPNN.com - Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono menjadikan aksi stage dive sebagai bagian dari kampanyenya. Putra mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono ini tercatat sudah tiga kali melakukan aksi yang identik dengan pertunjukan musik rock tersebut.

Pengamat digital marketing Abah Raditya mengatakan, apa yang sedang dilakukan Agus dalam berkampanye sebenarnya sudah sedikit keluar dari tradisi mainstream. Dia mengkombinasikan kampanye konvensional, gimmick kreatif dan substansi.

BACA JUGA: Kampanye di Cipete, Gadis Ahok Tak Ajak Ahok

"Sepintas Agus tetap lakukan lakukan kampanye politik mainstream, tapi ia lakukan modifikasi, kreatifitas dan terobosan-terobosan dalam konteks menemui kantong-kantong massa. Agus lakukan gerilya lapangan. Prinsipnya adalah serap aspirasi lalu ada modifikasi dengan ritual selfie dan sebagainya. Justru bergerilya dengan mendengarkan aspirasi rakayat dan diakhiri dengan berfoto bersama, Agus jadi makin tahu masalah di Jakarta," ucap Abah dalam keterangan persnya, Senin (26/12).

Menurut dia, Agus dan tim juga mengemas konsep gerilya lapangan ini menjadi sesuatu yang asik dan kekinian, mengikuti era baru.

BACA JUGA: Anies Bakal Gunakan Jurusnya Saat Jadi Menteri di DKI

Dimana, lanjutnya, putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, melakukan stage dive, yang tak dilakukan calon lainnya.

"Meski dihina, stage diving ini sebenarnya gabungkan konsep uji kepercayaan dan libatkan massa atau audiensi. Stage diving hanya bisa dilakukan jika yang melompat percaya sama massa, juga massa percaya kepada yang melompat," ungkap Abah.

BACA JUGA: Gelar Aksi Simpatik, Gadis Ahok Bagikan Sapu Ijuk

Pasalnya, dengan melakukan stage dive, lanjut dia, massa yang menangkap Agus akan mendapatkan pengalaman yang selalu diingat. Sehingga menjadi bekal untuk pemilihan nanti.

"Menyambut Agus lompat dari panggung akan jadi pengalaman tersendiri buat massa. Di mana massa ini akan ceritakan ke saudara di rumah dan tetangganya. Kemudian menjadi perbincangan atau viral di lingkungkannya," tandas Abah.

Karenanya, masih kata dia, masyarakat yang ikut saat gerilya lapangan Agus, menunjukan mempunyai dan magnet, membuat orang-orang terpesona.

"Jadi, sebelum percaya pada ide dan visi, masyarakat perlu melihat sosok dan didengar aspirasinya. Ini melompat dari tradisi kampanye politik tradisional," pungkas Abah. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sandiaga: RT/RW Berperan Penting Menangkal Terorisme


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler