Suami Dibunuh, Setelah 20 Tahun Menikah

Jumat, 01 Oktober 2010 – 16:19 WIB
NANGA PINOH - Drama panjang keluarga yang berujung tewasnya Markus (40) di Desa Batu Onap Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi disebabkan faktor dendam sang istri, EL (36)AJ (60) yang menjadi eksekutor pembunuh bayaran itupun terbius iming-iming.

“Menurut keterangan EL, niat untuk membunuh suaminya sudah direncanakan sejak bulan April, setelah cekcok mulut dengan korban

BACA JUGA: Diduga Mabuk, Warga AS Saling Tikam

Karena sering cekcok itu menimbulkan sakit hati dan dendam EL
Korban juga menurut istrinya sering membesar-besarkan masalah kecil di keluarganya,” kata Kapolres Melawi melalui Kasat Reskrim, AKP Jajang kepada Equator (JPNN Grup).

Permasalahan yang sering diungkit Markus kepada EL itu karena EL dianggap tidak bisa memberikan keturunan selama menjalankan hubungan rumah tangga dengan korban

BACA JUGA: Gito Rolis Dituntut 9 Bulan

“Selama sekitar 19 atau 20 tahun menjalankan rumah tangga, EL dan korban belum punya anak
Hal ini yang sering menjadi pertengkaran di antara mereka

BACA JUGA: Pesta Miras, Dibayar Upal Rp600 Ribu

Bahkan berlarut-larut,” jelas Jajang.

Seiring berjalannya waktu dari April hingga Juli, percobaan untuk membunuh korban juga dilakukan EL dengan menyuruh AJ mendatangi dukun agar menyantet korban di bagian dadaNamun AJ tidak melaksanakannya“AJ tidak melaksanakannya, malah membohongi EL dengan mengatakan sudah disampaikan pada dukun,” terang Jajang yang juga mantan Kapolsek Pemangkat ini

Bukan hanya itu, kata dia, EL juga pernah menyuruh AJ membunuh korban dengan cara memasukkan racun dalam minuman korbanNamun niat untuk pembunuhan dengan racun tersebut juga tidak berhasil“Ketika dikasi racun pada minumannya, korban hanya sakit perut dan mencret sajaSetelah berobat di puskesmas, sembuh,” kata Jajang menjelaskan dari hasil keterangan para pelaku.

Kemudian rencana terakhir EL menyuruh AJ membunuh korban di ladang, tepatnya di Sungai Perembok Desa Batu Onap Kecamatan MenukungDi tempat itu, AJ menyuruh korban untuk mengambil tebu, Rabu (25/8) siangPada saat di titian jembatan, korban yang berada di posisi tengah langsung di pukul AJ dari belakang

Saat dipukul, korban belum meninggal namun sudah terjatuh ke sungaiAJ pun melompat ke sungai dan mencekek korban dengan kepala dicelupkan ke dalam airSetelah meninggal dengan cara dicekik dan merendam kepala korban ke dalam air, EL menyuruh AJ pergi“Setelah AJ pergi, EL berlari ke desa terdekat untuk berpura-pura minta tolong,” ungkapnya

AJ terlebih dahulu diberikan sepasang anting-anting emas seberat 2,95 gram sebagai tanda bukti pembayaran awal alias Down Payment (DP)Eksekutor pembunuhan itu malah dijanjikan EL satu hektar kebun dan diajak menikah

Setelah rencana jahat tersebut selesai, tiba-tiba EL tak kunjung menepati janjinyaMalah tanah kebun dijual untuk lokasi pemakamanHal inilah yang membuat AJ buka-bukaanPadahal sebelumnya istri korban sempat mengelabui warga maupun petugas.(ira/fuz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bentrok Ampera, Polisi Tetapkan Satu Tersangka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler