Suami Ngangon Ternak di Ladang, Istri Malah Diangoni Sang Tauke di Rumah

Jumat, 23 September 2016 – 18:59 WIB
llustrasi. Foto: dok. JPNN

jpnn.com - BATUBARA - Seorang penggembala lembu berinisial Zi, di Desa Suka Rejo, Sei Balai, Batubara, Sumatera Utara, bak disambar petir di siang bolong. 

Pasalnya, ia memergoki Sw, 30, istrinya sedang berbuat mesum dengan Rebo, 45, si pemilik lembu yang digembalakannya. Perselingkuhan itu baru terbongkar setelah ia pulang dari menggembala di ladang, Kamis (22/9).  

BACA JUGA: Per Hari Makan Telur 3 Kg, Ayam 3 Kg, Kini Berat Badan 180 Kg

Tak terima dengan apa yang dilihatnya, Zi pun melaporkan kasus itu ke aparat desa. Kasus itupun kini tengah diselesaikan secara kekeluargaan di kantor desa setempat. 

Pada kesempatan itu, Zi bercerita bahwa kehidupan keluarganya lagi susah. Demi menghidupi anak dan istrinya, ia rela menjadi pengembala lembu untuk mencari nafkah. 

BACA JUGA: Suami Nganggur, Istri Garap Bos, Bisa Beli Mobil dan Tanah

Sebagai pengangon lembu, Zi menjalin hubungan baik dengan seorang tauke lembu bernama Rebo, di kampungnya, di Dusun VI Desa Suka Rejo Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batubara.

Hubungan harmonis antara Rebo dan Zi, dimanfaatkan untuk mendekati istri Zi, bernama Sw. Dalam seminggu, Rebo berkunjung ke rumah pasutri yang tinggal sekampung itu, tak lupa membawa buah tangan, seperti jeruk, apel, atau makanan siap saji lainnya sebagai tali asih.

BACA JUGA: Wanita Sedang Hamil Tua Dibunuh Pacar, Mayat Dibuang ke Hutan

Kesekian kalinya berkunjung, pikiran kotor Rebo akhirnya mulai mendapat respons istri pengangon lembu miliknya. Sw yang masih aduhai itu pun kepincut. Rebo dan Sw tertaut tali temali cinta, yang sudah pasti tanpa sepengetahuan Zi.

Enam bulan berlalu. Bak kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat pasti akan terjatuh jua. Akibat penambahan jadwal melompat dari 3 kali seminggu menjadi 5 kali mengisi ‘absen’ datang berkunjung ke rumah Zi, suami sah Sw itu pun mulai curiga.

Salah satu kecurigaan yang dirasakan Zi adalah, di saat dia mau minta ‘jatah’ dari sang istri, Sw agak bermalas-malasan melayani suaminya itu. Nah, saat Zi sedang tidak di rumah karena harus bekerja ngangon lembu milik Rebo, perasaannya kurang enak.

Lalu bapak beranak satu itu mengajak temannya bernama Le, 39, menemaninya ke rumah. Sesampainya di rumah, suasana tampak sepi dan anak semata wayang mereka belum pulang. Sementara pintu depan dan belakang tertutup. Begitu juga jendela, seolah angin pun tak bisa masuk.

Zi lalu berjalan ke arah jendela. Dengan hati yang berdegub tak beraturan, dia mendengar desahan. Lalu menyuruh temannya tersebut, Le untuk memanggil warga sekitar.

Rupanya, pintu depan hanya ditutup begitu saja, tanpa dikunci dari dalam. Betapa terkejutnya Zi, saat pintu kamar dibuka, Sw dan Rebo sedang indehoi.

Spontan Zi melayangkan bogem mentah ke arah selingkuhan istrinya, diikuti oleh warga. Setelah puas melepaskan luapan emosi kepada tauke lembu bapak beranak empat itu, Sw dan Rebo diboyong ke rumah kepala dusun untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Saat diinterogasi aparatur desa, Sw dan Rebo mengaku sudah sering melakukan hubungan layaknya hubungan suami istri. (cr8/psm/dro/MA/rayjpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenhub Pisahkan Fungsi Pelabuhan Sorong


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler