Subsidi BBM Pengaruhi DAU Daerah

Rabu, 03 Februari 2010 – 15:41 WIB
JAKARTA- Pengamat Otonomi Daerah, Hamid Paddu menilai berkurangnya Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima pemerintah daerah disebabkan karena beban subsidi BBM yang harus ditanggung PusatAkibatnya, banyak daerah di Indonesia yang mengeluhkan berkurangnya penerimaan DAU tersebut.

Dijelaskan Hamid, sebelumnya berdasarkan UU nomor 33 tahun 2004, jumlah keseluruhan DAU ditetapkan sekurang-kurangnya 26 persen dari pendapatan dalam negeri netto yang ditetapkan dalam APBN

BACA JUGA: Pakar: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semu

Hasilnya akan digunakan untuk alokasi DAU seluruh daerah di Indonesia
Adapun rumus DAU adalah jumlah Anggaran Dasar (AD) ditambah dengan hasil pengurangan kebutuhan fiskal dan kapasitas fiskal daerah tersebut.

"Mulai tahun 2009 lalu, pemerintah memasukkan beban subsidi BBM sebagai variabel pengurang dalam perhitungan penerimaan dalam negeri netto

BACA JUGA: Fadel Optimis CAFTA Tak Ganggu Sektor Perikanan

Akibatnya, DAU yang seharusnya diterima daerah besar mengalami penurunan yang signifikan
Secara tidak langsung, subsidi BBM membuat jatah daerah jadi berkurang," jelas Hamid Puddu pada wartawan, Rabu (3/2).

Kondisi ini, kata dia,  bila dipertahankan akan membuat daerah-daerah dengan kapasitas fiskal yang tidak kuat, akan kehilangan potensi mendapatkan DAU yang besar

BACA JUGA: Golkar Persoalkan Penjualan Matahari Dept Store

Padahal dibeberapa daerah, lanjut dia, DAU digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan pegawaiAdapun yang termasuk kapasitas fiskal adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil SDA dan Dana Bagi Hasil Pajak.

"Karena secara tidak langsung daerah ikut merasakan dampak subsidi, seharusnya pemerintah mencari solusi terbaruJangan sampai subsidi justru mengurangi jatah daerahSampai saat ini, solusi itu yang sedang kita bahas dengan Badan Anggaran DPR RIKarena bagaimanapun, gaji pegawai merupakan tanggungan pemerintah daerah melalui APBD," jelas dosen Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin tersebut.

Hamid pun mengingatkan seharusnya pemerintah lebih transparan terhadap daerahSebaliknya, daerah juga harus lebih proaktif dan cermat menyikapi berbagai kebijakan baru yang dibuat pemerintahKarena diperkirakan, bila subsidi BBM tetap menjadi variabel dalam penerimaan netto secara nasional, maka DAU tahun 2010 untuk daerah-daerah dipastikan akan berkurang dari DAU tahun-tahun sebelumnya lalu.

"Ambil contoh DAU 2009 laluKita proyeksikan bila PDN neto memperhitungkan subsidi BBM, maka penerimaan DAU hanya sekitar 12,01 persenNamun bila PDN netto tidak memperhitungkan subsidi BBM, maka besaran DAU 2009 yang bisa diterima mencapai 18,9 persenKalau subsidi BBM tetap jadi variabel pengurang, maka DAU 2010 pasti berkurang lagi diterima daerah," katanya.(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Obama Jajaki Kerjasama Investasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler