Subsidi Kendaraan Listrik Terbit Pekan Depan, Gaikindo: Masyarakat Akan Berminat

Kamis, 02 Februari 2023 – 00:30 WIB
Wuling Air EV, salah satu mobil listrik. Ilustrasi Foto: ridho/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan mengenai harga kendaraan listrik yang dipasarkan saat ini.

Menurut dia, kendaraan listrik dengan harga murah lebih diminati masyarakat

BACA JUGA: Luhut Sebut Aturan soal Insentif Kendaraan Listrik Sudah Final, Februari Sudah Terlaksana

"Masyarakat akan berminat. Paling laris di harga Rp 200-300 juta," kata Kukuh kepada di Jakarta, Rabu (1/2).

Dia menjelaskan kendaraan listrik saat ini mulai diminati masyarakat di berbagai kalangan.

BACA JUGA: Indonesia Butuh Peta Jalan Implementasi Kendaraan Listrik Jangka Panjang

Contohnya, pada pameran otomotif GIIAS 2022 lalu, fasilitas Indoor Electric Vehicle Test Drive dikunjungi hampir 1.000 orang setiap harinya.

Menurut dia, teknologi kendaraan yang tak punya suara itu menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk mencoba.

BACA JUGA: Gandeng Gotion, VKTR Siap Kembangkan Baterai Kendaraan Listrik

Kendati demikian, pilihan merek dan varian kendaraan listrik di Indonesia belum sebanyak kendaraan konvensional.

Sehingga, kata dia, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan.

Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan mobil di Indonesia sebanyak 1.048 juta unit sepanjang tahun 2022.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.681 unit merupakan mobil kategori hybrid, plug in hybrid, dan full electric vehicle.

"Ini menunjukkan industri otomotif kembali menggeliat, momentum ini yang harus dijaga," ujarnya.

Lebih lanjut, Kukuh menyampaikan Gaikindo terus mendorong peningkatan kualitas produksi kendaraan listrik di dalam negeri.

Dia juga memastikan kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia sesuai standar keamanan dan regulasi yang ditetapkan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan aturan terkait besaran insentif kendaraan listrik akan keluar awal Februari 2023.

Luhut menegaskan upaya tersebut dalam rangka mempercepat adopsi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) atau electric vehicle (EV).

“Kita sudah finalkan (terkait KBLBB) di Ratas (Rapat Terbatas) kemarin, minggu depan sudah harus keluar Permen (Peraturan Menteri) dari Kementerian Keuangan terkait subsidi dan sebagainya. Mudah-mudahan minggu depan, Februari awal. Sekitar Rp7 juta ya kira-kira untuk motor listrik baru dan nanti diumumkan semua, akan diprioritaskan untuk rakyat yang sederhana,” kata Luhut di Jakarta, Kamis (26/1). (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masuk ke Pasar Kendaraan Listrik, Sony Perkenalkan Afeela


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler