Sudah Empat Hari Pengemudi Lamborghini Maut di Luar Tahanan

Jumat, 04 Desember 2015 – 09:14 WIB
Foto: Ist for JPNN

jpnn.com - SURABAYA  - Kasus Lamborghini maut menabrak lapak penjual STMJ masih menjadi sorotan public. Kredibilitas polisi dalam mengusut kasus kecelakaan yang melibatkan Gallardo LP 570-4 dan memakan seorang korban jiwa, sedang dipertaruhkan.

Sudah empat hari sopir maut supercar Wiyang Lautner tinggal di rumah sakit. Meski kondisinya disebut membaik, belum ada tanda-tanda polisi mengembalikannya ke dalam tahanan.

BACA JUGA: Ngeri, 30 Ribu Ibu Hamil Diperiksa, 170 Positif HIV/AIDS

 Wiyang dibawa ke rumah sakit sejak Minggu (29/11) sore. Keluhannya pusing dan mual. Hari ini memasuki hari kelima sejak perawatan pertama. Meski hanya mengeluh pusing dan mual, ternyata harus opname sampai berhari-hari.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol R.P Argo Yuwono mengatakan, sebenarnya kondisi Wiyang sudah membaik. Hanya saja, tersangka merasakan masih ada keluhan. Menurut dia, pengakuan tersebut merupakan rasa subyektif yang dirasakan tersangka sendiri. “Biar dicek dokter. Kalau sudah dianggap sembuh, ya kembali,” katanya.

BACA JUGA: Gara-Gara Ini, Warga Geruduk Kantor PLN dan Nyalakan Liliin...

Wiyang sempat memeriksakan kepalanya di rumah sakit Mitra Keluarga. Ditanya tetnang hasilnya, Argo mengaku belum mengetahuinya. Dia memastikan, kondisi tersangka diawasi setiap hari oleh dokter rumah sakit.

Saat ini, penyisik masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait kecelakaan yang menyebabkan satu nyawa melayang dan dua orang luka-luka. Salah satunya dengan menerjunkan Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jatim. Alat tersebut diturunkan untuk mengukur kecepatan supercar yang mampu menerbangkan motor roda dua yang sedang diparkir hingga 17 meter.

BACA JUGA: Hiii... Provinsi Ini Bisa Jadi Persembunyian Teroris

Meski sudah tiga hari lalu TAA turun mengecek lokasi kecelakaan, sampai sekarang hasilnya belum turun. Polisi belum bisa memprediksi berapa kecepatan Lamborghini sehingga bisa menyebabkan tubuh terlempar hingga delapan meter. ” Masih dipelajari. Datanya kan harus akurat,” ucapnya. (all/eko)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... PT TUN Keluarkan Putusan Sela, Pilgub Kalteng Kembali Tiga Calon


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler