Sudah Saatnya Pertamina Masuk ke Iran dan Rusia

Minggu, 30 April 2017 – 12:32 WIB
Gedung Pertamina. Foto dok JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) punya rencana besar untuk ekspansi bisnisnya. Yakni, masuk ke bisnis hulu migas di Rusia maupun Iran.

Langkah tersebut dinilai tepat karena bisa membawa lebih banyak energi untuk masyarakat. Menurut anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran, BUMN energi itu sebenarnya memiki kapasitas yang memadai untuk berekspansi ke luar negeri.

BACA JUGA: Penyatuan Pertamina-PGN Rampung Tahun Ini

Tumiran menyebut Pertamina memiliki kemampuan pendanaan maupun sumber daya manusia sehingga opsi ekspansi memang perlu ditempuh pada saat produksi di dalam negeri terus turun. ’’Ekspansi ke dua negara itu bagus, Pertamina memang harus mencari ruang,’’ ujarnya Sabtu (29/4).

Selain untuk membawa pulang migas, ekspansi ke luar sudah lumrah dilakukan national oil company (NOC) berbagai negara. Tiongkok misalnya, sudah masuk ke bisnis hulu di Indonesia.
 
Begitu juga dengan Amerika Serikat yang memiliki wakil perusahaan di tanah air. Semua dilakukan untuk memberikan jaminan pasokan energi ke negaranya.

BACA JUGA: Indonesia Waspada Risiko AS dan Korut

Itulah kenapa, Pertamina sudah saatnya melebarkan bisnis hulunya ke luar negeri. Rusia dan Iran disebutnya sebagai pilihan yang pas.
 
Selain itu, kata Tumiran, kedua negara tersebut sedang memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan barat. Di sisi lain, mereka tetap perlu berbisnis dan menjual produk.

Karenanya Tumiran meyakini Pertamina punya peluang besat. ’’Momen ini kesempatan yang baik untuk Indonesia,’’ imbuhnya.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan, supaya ekspansi itu tidak berakhir dengan tangan kosong maka Pertamina perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Misalnya, soal regulasi yang berlaku di Iran maupun Rusia.

BACA JUGA: 5 Provinsi Peraih Investasi Terbesar Triwulan Pertama

Selain itu, Pertamina juga harus menyiapkan teknologi untuk eksplorasi dan eksploitasi. ’’Jangan sampai gagal di teknologi karena berpengaruh pada cost,’’ terangnya.

Langkah lain yang perlu disiapkan adalah menggaer lawyer berlevel internasional. Tujuannya jelas, kalau ada masalah, bisa segera mendapatkan jalan keluar terbaik.
 
Menurutnya, lawyer yang dimiliki Pertamina harus menguasai dengan detil pasal per pasal, dan kata per kata dalam bahasa Inggris. ’’Yang paling penting, lawyer harus berpihak pada kepentingan Pertamina,’’ jelasnya.
 
Terpisah, mantan Ketua DPR Marzuki Ali juga memberikan dukungan terhadap langkah ekspansi itu. Katanya, dua negara itu tepat dijadikan sasaran investasi karena aman.

Poin utamanya, Iran tidak lagi diembargo. Selama hitungannya menguntung, dia mendorong agar langkah itu direalisasi.
 
’’Selama ini kita memakai kacamata kuda yang pandangannya ke barat terus,” ungkapnya.(dim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BP Batam Jamin Merek Dagang Investor Dilindungi Pemerintah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler