Suer Deh! Kami Mau Metal

Kamis, 23 Desember 2010 – 13:56 WIB
SEPAK BOLA memang komplitFisik, stamina, harus tahan banting

BACA JUGA: Mana Ekspresinya? Mannaaa....?

Mental, spiritual harus tahan godaan
Pribadi, personal harus tahan omelan, tahan ocehan

BACA JUGA: Pak SBY, Please Deh..

Teamworking pun harus tahan guncangan, berapapun skala richter
Seperti "mantra ajaib" pelaut Bugir, sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai! Seluruh indera harus satu suara, satu rasa, satu jiwa, satu tujuan.

Maaf, kali ini tak ada tawar menawar! PSSI, Kemenpora, KONI, dan Presiden SBY tak perlu menyiapkan opsi dan alasan-alasan "jika" kekalahan itu menimpa

BACA JUGA: Climate Change Sepak Bola Kita

Publik bola di negeri ini tak mau mendengar kata gagalSori, tak ada demokrasi, tak ada voting untuk menaklukkan Bukit JalilTak ada negosiasi, no way! Menang, menjadi harga matiBahkan, menang saja tidak cukupSuer! Kami mau metal, menang total!

Menang sebelum bertanding, menang di permainan, dan menang di hasil finalMenang yang fair, menang spektakuler, menang yang membanggakanOpsi kalah atau seri itu sudah kami delate, sudah dibuang jauh ke dasar laut selatan sanaTuntutan 230 juta jiwa di negeri ini, menang dan mempermalukan Malaysia di kampungnya Ipin UpinTitik!

Saya menangkap kesan itu, salah satunya dari pesan-pesan yang di-broadcast messages blackberry belakangan iniAda yang mengajak, saat menjamu Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, 29 Desember nanti sebaiknya pakai batik! Mainkan musik tradisional angklung, nyanyikan lagu "Rasa Sayange" dan "Terang Bulan", tampilkan seni tari ”Reog Ponorogo” yang sudah diklaim sebagai Truly Asia-nya Malaysia.

Ada yang mengajak bertelanjang dada berjamaah, seperti "orang utan", karena jenis binatang khas di hutan Sumatera dan Kalimantan itu juga diklaim asli MalaysiaAda yang ingin membuat aksi kombinasi duduk-berdiri di lautan suporter dengan warna yang berbeda di stadion, yang membentuk konfigurasi tulisan "Ambalat" dan "Sipadan-Ligitan"Ada yang hendak memelesetkan jamu "Tongkat Ali" menjadi "Tolak Ali".

Ada ledekan yang lebih sarkastis lagi"Coba dicek ke AFC, siapa tahu skor 5-1 saat Merah Putih menghajar Malaysia di penyisihan grup di GBK lalu juga diklaim sebagai gol-golnya Malaysia? Hah!" Apa saja, potensi-potensi keaslian Indonesia memang sering dicaplok sebagai milik merekaKarena itu, sebaiknya Pak SBY ngak usah ikut nonton ke Stadion Bukit Jalil di KLNtar bisa diklaim sebagai Presiden Malaysia lho!

Jelang tanding memang masa-masa krusial bagi sebuah pasukan yang hendak bertempur di laga hidup-mati! Mirip prajurit Roma yang gagah berani bernama Maximus yang diperankan Russell Crowe dalam film Gladiator tahun 2000 an laluSutradara Ridley Scott mempertontonkan cara-cara perang urat syaraf, sampai cara-cara tidak fair pangeran kerajaan untuk mengalahkan Maximus di arena Colosseum ituDisiksa fisik, diteror mental, disakiti, dilemahkan adrenaline-nya, dipermalukan, sebelum turun gelanggang.

Bagaimana dengan Christian Gonzales dan kawan-kawan selama di Kuala Lumpur? Ancaman itu pasti adaSeismograf kita harus peka menangkap getaran-getaran ituZaman sekarang, menjatuhkan mental tak lagi dengan cara-cara kunoTak lagi dengan menggertak melalui corong media! Tak lagi berteriak-teriak menghina di saat timnas latihan! Tak membisingkan suasana hotel tempat menginap dengan suara diskotik atau knalpot kendaraan! Tak lagi melempar bus pengangkut tim dengan telur busuk dan tahu kerbau! Tak lagi bakar spanduk dan poster tim.

Zaman teknologi, mereka bisa menyerang dengan Twitter, Facebook, My Space, blog, atau media sosial lainMisalnya, meng-up load foto mesra dan rayuan gombal semacam artis Rahma Azhari dengan pelatih Filipina Simon McMenemy dari sebuah klub malamAtau Phil Younghusband, penyerang Filipina yang sedang asyik minum Jack Daniels di pub bersama wanita cantikAtau video syur dengan pelaku mirip pemain timnas kita!

Jika itu disebarluaskan H-1 sebelum partai perdana digelar, bisa menjadi tamparan luar dalam bagi keutuhan timnasApalagi teknologi komunikasi membuat semua itu menjadi semakin gampangMudah-mudahan Irfan Bachdim, Maman Abdulrahman, Markus Horison, Bambang Pamungkas, Firman Utina dan selebriti-selebriti bola kita itu tidak sampai tersandung rumors murahan semacam ituRumors yang bisa menghentikan detak jantung kita!

Istri, anak, pacar-pacar mereka juga harus dibentengi dari ancaman hoax semacam ituKarena itu, ada baiknya timnas itu dipingitSeperti calon mempelai dalam budaya Jawa, harus diamankan dari pengaruh luar yang sambar menyambar, minimal 3 hari sebelum ke pelaminanDiisolasi, dikandangkan, menghindarkan dari pergi ke mana-mana, kecuali sangat penting dan urgenTujuannya sama, agar tidak lirik kiri kanan, fokus, bebas godaan, dan anti jebakan.

Jangankan pemain-pemain kita yang hidup, dan berkembang dalam budaya timurBintang-bintang dunia seperti David Beckham, Wayne Rooney, Patrick Cluivert, yang lebih cuek pun bisa goyah konsentrasinya saat digoncang isu minor.

Nah, pasukan spionase timnas yang mesti gerilyaLakukan gerakan bawah tanah untuk menggembosi tim lawan dengan teknologi pulaUntuk merapuhkan tulang-tulang mereka sebelum turun lapangan! Ah, saya tak mau menggurui, barangkali taktik ini sedang atau sudah dilakukan oleh tim-"non teknis"-nas! Sebuah psywar yang tidak kelihatan actions-nya, tapi terasa efeknyaAmat mematikan! (don@indopos.co.id)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berkawan Upin Ipin Bro!


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler