Suhardi Alius Beber 3 Kunci Penanggulangan Terorisme

Kamis, 12 April 2018 – 01:47 WIB
Suhardi Alius. Foto: Ist for JPNN

jpnn.com, BENGKULU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, kunci keberhasilan penangggulangan terorisme di Indonesia terdiri atas tiga elemen.

Yakni, Pancasila, sinergi seluruh elemen bangsa, dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal.

BACA JUGA: Indonesia - Singapura Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Menurut Suhardi, penanggulangan terorisme akan lebih efektif dan efisian jika ketiga elemen itu berjalan baik.

“Kami butuh keterlibatan semua pihak. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di setiap daerah inilah yang menjadi penyambung sinergitas dengan daerah-daerah untuk bersama-sama memberantas paham radikal dan terorisme di seluruh pelosok negeri,” kata Suhardi, Rabu (11/4).

BACA JUGA: Tangani Korban Terorisme, BNPT - LPSK Bersinergi

Selain itu, sambung Suhardi, penguatan nilai-nilai lokal juga harus digalakkan dalam menghadapi ancaman ideologi transnasional.

Menurut mantan kabareskrim Polri itu, kearifan lokal memiliki kekuatan pada tokoh agama dan tokoh adat.

BACA JUGA: Konflik Luar Negeri Picu Potensi Radikalisme di Indonesia

Karena itu, pemerintah sangat mengapresiasi semua elemen bangsa yang turut serta dalam keterlibatanya untuk menanggulangi paham radikal dan terorisme.

"Kelompok radikal terorisme selalu membuat kekacauan. Mereka bekerja secara statis, terus-menerus dan menggunakan berbagai cara untuk merekrut anak-anak muda kita bergabung menjadi kelompoknya,” imbuh Suhardi.

Mantan kapolres Depok ini mengapresiasi workshop video pendek bersama pelajar dan generasi muda yang digelar FKPT Bengkulu.

Menurut dia, langkah itu menjadi sebuah terobosan yang baik karena kelompok radikal teroris juga menggunakan media sosial dan media visual untuk menyebarkan propaganda.

Bahkan, Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi kinerja BNPT yang mampu menggerakkan anak-anak muda untuk turut serta melawan paham radikal terorisme melalui duta damai dunia maya dan lomba video pendek ini.

 Apalagi, video-video itu nantinya diputar di XXI beberapa daerah dan kota di Indonesia.

"Lomba video pendek merupakan bagian soft aproach (pendekatan lunak). Kami memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat bahwa betapa radikalisme sangat berbahaya dan dapat menjangkiti siapa saja," ungkap Suhardi. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suhardi: Tantangan dan Tanggung Jawab BNPT Kian Berat


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler