Suporter Berulah, Sriwijaya FC Diganjar Sanksi

Senin, 23 Juli 2018 – 03:05 WIB
Plt Ketum PSSI Joko Driyono saat memberikan pemaparannya. Foto: Amjad/JPNN

jpnn.com, PALEMBANG - Aksi perusakan fasilitas Gelora Sriwijaya Jakabaring oleh oknum suporter saat Sriwijaya FC dipermalukan 0-3 Arema FC dua hari lalu, bakal berbuntut panjang.

Pertama, kaitannya dengan disiplin kompetisi.

BACA JUGA: Ditinggal Rafael Berges, Mitra Kukar Dekati Zona Degradasi

“Ini menjadi konsekuensi kami PSSI, Komdis, dan PT LIB,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono saat peluncuran bus untuk Timnas Indonesia di SUGBK Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (22/7). 

Kedua, venue Jakabaring adalah venue yang dipersiapkan untuk Asian Games. "Secara informal kami sudah meminta informasi kepada pihak Jakabaring. Mereka sangat tanggap. Langsung action recovery terhadap kerusakan," ungkapnya.

BACA JUGA: Borneo FC Vs PS Tira: Comeback Sempurna Abdul Rahman

Hal itu, agar saat Asian Games tidak ada kendala. "Saya tidak mau berspekulasi, tapi jika melihat kondisi yang ada kemarin itu ukuran satu atau dua minggu selesai," katanya lagi.

Bagi suporter Sriwijaya FC, ini bukan kali pertama berulah yang ending-nya mengundang sanksi Komdis PSSI. Sama ini, ulah suporter sudah memaksa manajemen Sriwijaya FC mengeluarkan dana untuk bayar denda sebesar Rp 425 juta.

BACA JUGA: Kemenangan Borneo FC Atas PS Tira Harus Dibayar Mahal

Rinciannya, bayar denda Rp75 juta atas kasus penyalaan flare serta petasan pada pertandingan Sriwijaya FC menjamu Persela Lamongan pada 2 Juni lalu.

Sebelumnya, pada pertandingan pekan kedelapan antara Sriwijaya FC menjamu Bhayangkara FC pada 12 Mei lalu. Saat itu, Sriwijaya FC didenda Rp200 juta. Kemudian efek dari pertandingan pekan ke-10 antara Sriwijaya FC melawan PSIS Semarang pada 22 Mei 2018, manajemen didenda Rp150 juta.

Ketua salah satu suporter Sriwijaya FC berbendera Sriwijaya Mania, Edy Ismail, menjelaskan, perusakan fasilitas dilakukan oknum suporter. Tidak semua melakukannya.

Namun, dia tak menampik jika ada tuntutan yang harus segera direspons manajemen Sriwijaya FC. Harapannya jelas, agar Sriwijaya FC kembali menjadi tim yang disegani lawan. "Kami berharap manajemen segera beli pemain murah tapi berkualitas.

Kemudian gaji pemain jangan sampai macet seperti saat ini. Kalau beli pemain harus dicek terlebih dahulu baik fisik maupun skil pemain. Terkahir, Sriwijaya FC harus masuk papan atas di akhir liga nanti," terang Edy melalui WhatsApp.

Suporter Berulah, Sriwijaya FC Diganjar Sanksi

jpnn.com, PALEMBANG - Aksi perusakan fasilitas Gelora Sriwijaya Jakabaring oleh oknum suporter saat Sriwijaya FC dipermalukan 0-3 Arema FC dua hari lalu, bakal berbuntut panjang.

Pertama, kaitannya dengan disiplin kompetisi.

“Ini menjadi konsekuensi kami PSSI, Komdis, dan PT LIB,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono saat peluncuran bus untuk Timnas Indonesia di SUGBK Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (22/7). 

Kedua, venue Jakabaring adalah venue yang dipersiapkan untuk Asian Games. "Secara informal kami sudah meminta informasi kepada pihak Jakabaring. Mereka sangat tanggap. Langsung action recovery terhadap kerusakan," ungkapnya.

Hal itu, agar saat Asian Games tidak ada kendala. "Saya tidak mau berspekulasi, tapi jika melihat kondisi yang ada kemarin itu ukuran satu atau dua minggu selesai," katanya lagi.

Bagi suporter Sriwijaya FC, ini bukan kali pertama berulah yang ending-nya mengundang sanksi Komdis PSSI. Sama ini, ulah suporter sudah memaksa manajemen Sriwijaya FC mengeluarkan dana untuk bayar denda sebesar Rp 425 juta.

Rinciannya, bayar denda Rp75 juta atas kasus penyalaan flare serta petasan pada pertandingan Sriwijaya FC menjamu Persela Lamongan pada 2 Juni lalu.

Sebelumnya, pada pertandingan pekan kedelapan antara Sriwijaya FC menjamu Bhayangkara FC pada 12 Mei lalu. Saat itu, Sriwijaya FC didenda Rp200 juta. Kemudian efek dari pertandingan pekan ke-10 antara Sriwijaya FC melawan PSIS Semarang pada 22 Mei 2018, manajemen didenda Rp150 juta.

Ketua salah satu suporter Sriwijaya FC berbendera Sriwijaya Mania, Edy Ismail, menjelaskan, perusakan fasilitas dilakukan oknum suporter. Tidak semua melakukannya.

Namun, dia tak menampik jika ada tuntutan yang harus segera direspons manajemen Sriwijaya FC. Harapannya jelas, agar Sriwijaya FC kembali menjadi tim yang disegani lawan. "Kami berharap manajemen segera beli pemain murah tapi berkualitas.

Kemudian gaji pemain jangan sampai macet seperti saat ini. Kalau beli pemain harus dicek terlebih dahulu baik fisik maupun skil pemain. Terkahir, Sriwijaya FC harus masuk papan atas di akhir liga nanti," terang Edy melalui WhatsApp.(kmd/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... RD: 10 Hari Terakhir Waktu Terburuk Bagi Saya dan Pemain


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler