Surabaya Kekurangan Event Internasional

Jumat, 06 Januari 2017 – 02:54 WIB
Ilustrasi properti. Fotp: AFP

jpnn.com - JPNN.com – Belum adanya komitmen penyelenggaraan event besar pada tahun ini berpengaruh terhadap industri yang berkaitan dengan meeting, incentives, conference, dan exhibition (MICE).

Diperkirakan, kegiatan MICE tahun ini tidak sebanyak tahun lalu.

BACA JUGA: Apartemen Premium Ciputra World Hanya Tersisa Sedikit

General Manager Convention and Exhibition Grand City Gito Sugiarto memperkirakan pertumbuhan bisnis pada 2017 hanya mencapai lima lima persen.

Padahal, pada 2016, tercatat pertumbuhan hingga 20 persen. Banyaknya event mengerek industri MICE pada tahun lalu.

BACA JUGA: Apersi Sebut Pemerintah Masih Setengah Hati

Termasuk ajang internasional seperti Asian-Pacific Aquaculture hingga Preparatory Committee (Prepcom) III United Nation (UN) Habitat.

Kegiatan reguler skala internasional memang tidak sesering dalam negeri.

BACA JUGA: Kartu BPJS Bisa untuk Miliki Rumah, Begini Caranya

Hingga sekarang, belum ada komitmen akan adanya event internasional di Surabaya.

”Kami dengar event di Bali pada 2017 juga tidak sebanyak 2016,” jelasnya.

Selain event internasional, kegiatan yang banyak digelar merupakan pameran reguler.

Misalnya, pameran bahan bangunan, machinery, dan perikanan yang merupakan ekshibisi business-to-business (b-to-b).

Menurut dia, tren pameran b-to-b tiap tahun meningkat. Padahal, dulu didominasi business to consumer, tapi kini seimbang.

Yang termasuk pameran consumer adalah otomotif, kesehatan, dan kecantikan. Juga, ada pameran yang melibatkan UMKM. (res/c16/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembangunan Perumahan Bergeser ke Kota Satelit


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
properti  

Terpopuler