Survei LKPI: Elektabilitas Airlangga dan Golkar Tertinggi di Pemilu 2024

Kamis, 03 Februari 2022 – 22:29 WIB
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Ilustrasi Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei untuk mengetahui ke mana arah preferensi masyarakat pada Pemilu 2024.

Siapa Tokoh yang paling punya potensi dipilih publik jika pilpres nanti? Partai politik apa yang berpeluang menangguk suara terbanyak dalam pemilu nanti?

BACA JUGA: Mengejutkan, Hasil Survei Soal Popularitas Partai Golkar Salip PDIP

Survei ini diselenggarakan pada 12-28 Januari 2022 yang melibatkan 1.982 responden di 34 provinsi yang tersebar secara proposional dengan mengambil responden pada titik-titik TPS dan responden dari seluruh populasi yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling. Margin of error dalam survei ini sekitar di bawah 2,21 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Golkar Beraksi di Kandang Banteng, Politikus PDIP Merepons, Simak

Direktur Eksekutive LKPI Kristin Ervina mengungkapkan hasil dari data survei, sejumlah figur diperkirakan bakal bertarung di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

“Preferensi publik jika pilpres digelar hari ini, maka nama Airlangga Hartarto menjadi kandidat terkuat presiden Indonesia. Tercatat 15,3 persen responden memilih Airlangga Hartarto melalui pertanyaan terbuka,” kata Kristin dalam keterangannya, Kamis (3/2/22).

BACA JUGA: Sinyal Pemulihan Ekonomi Makin Membaik, Menko Airlangga: Pemerintah Terus Bekerja Keras

Kristin melanjutkan kandidat terkuat kedua adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  sebanyak 14,7 persen responden dan urutan ketiga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dipilih sebanyak 14,3 persen.

Selanjutnya pada urutan keempat Kepala KSP Muldoko 8,9 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 4,9 persen. Kemudian nama-nama gubernur yang masih menjabat juga masuk dalam daftar, yaitu  Khofifah Indar Parawansa 3,9 persen, Anies Baswedan 3,7 persen, dan Ridwan Kamil 3,5 persen.

Kemudian, Ketua DPR RI Puan Maharani 3,3 persen dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berada di posisi enam dengan persentase sebesar 2,7 persen.

Selanjutnya, anak dari mantan presiden ke-6 RI, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 2,2 persen responden dan Menteri BUMN Erick Thohir 1,5 persen dan yang tidak memberikan pilihan sebanya 21,1persen.

Hal yang sama terdapat pada pertanyaan tertutup dengan diberikan simulasi nama-nama pada kertas kuisioner dengan diberikan pertanyaan: "Jika pilpres digelar hari ini, tokoh mana tertera di atas yang akan dipilih?".

Kandidat terkuat yang terpilih dalam survei ini adalah Airlangga Hartarto 19,7 persen, posisi kedua diraih Ganjar Pranowo 15,2 persen, Prabowo Subianto 14,8 persen, Kepala KSP Muldoko 8,7 persen, dan Muhaimin Iskandar 3,9 persen.

Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono 3,8 persen, Anies Baswedan 3,4 persen, Khofifah Indarparawansa 3,3 persen, Puan Maharani 2,7 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Sandiaga Uno 1,8 persen, Erick Thohir 1,7 persen dan tokoh lainnya sebanyak 6,2 persen, serta yang tidak memberikan pilihan sebanyak 12,9 persen.

Sementara itu, ketika diberikan pertanyaan secara terbuka kepada responden terpilih jika Pemilihan Anggota Legislatif digelar hari ini, Caleg dan Parpol mana yang akan dipilih, maka hasil survei yang didapat menempatkan Partai Golkar menjadi pilihan teratas dengan elektabilitas  mencapai 13,2  persen, disusul PDI Perjuangan 12,4 persen.

"Di urutan ketiga Partai Gerindra 12,1 persen , PKB 7,4 persen, Demokrat 6,9 persen, PKS 5,7 persen, Nasdem 5,3 persen, PAN 3,1 persen, PPP 2,6 persen, partai politik lainnya 7,8 persen dan tidak memberikan pilihan sebanyak 23,5 persen,” urai Kristin.

Menurut Kristin, jika menggunakan simulasi nama-nama Parpol dalam kertas kuisioner maka hasil survei menunjukkan bahwa Partai Golkar tetap menjadi partai yang paling banyak dipilih responden dengan jumlah nilai keterpilihan hingga 16,9 persen, disusul PDI Perjuangan 15,2 perse.

Kemudian Partai Gerindra 14,8 persen, Partai Demokrat 5,7 persen, PKB 5,4 persen, PKS 5,3 persen, Nasdem 4,3 persen, PAN 3,2 persen, dan PPP 2,2 persen.

"Kemudian Perindo 2,1 persen, Prima 1,9 persen, PBB 1,0 persen, PSI 1,0 persen, Hanura 1,0 persen, Garuda 1,0 persen, Gelora 1,0 persen, Berkarya 0,2 persen, PKPI 0,2 persen, Partai Umat 0,1 persen dan yang tidak memilih 17,5 persen," ujar Kristin.

Menanggapi hasil survei ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai wajar jika nama Airlangga Hartarto dan Partai Golkar mendapatkan elektabilitas tertinggi.

"Itu wajar. Yang pertama, mesin Partai Golkar sudah mulai panas dan konsolidasi di mana-mana, baik oleh Bappilu pusat atau stakeholder lainnya,” kata Ujang, Kamis (3/2/22)

Yang kedua, tambah Ujang, Airlangga juga sudah masif turun ke masyarakat dan ke daerah-daerah untuk memastikan pemulihan ekonomi berjalan dengan baik.

"Namun, semua itu perlu diuji lagi ke depannya karena Pilpres dan Pemilu masih lama," ujar Ujang.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler