Survei: Partai Baru Tak Berdaya Melawan Politik Dinasti di Sulbar

Sabtu, 09 Maret 2019 – 11:43 WIB
Pemilu 2019. Ilustrasi: radartegal.com

jpnn.com, JAKARTA - Survei terbaru Y-Publica menunjukkan bahwa politik dinasti masih sangat kuat di Dapil Sulawesi Barat. Partai baru dipastikan tidak bisa berbuat banyak di dapil yang memiliki jatah empat kursi DPR RI itu.

Ruskati Ali Baal, istri Gubernur Ali Baal Masdar yang juga caleg petahana Gerindra, meraih elektabilitas tertinggi sebesar 16,3 persen. Pesaingnya adalah caleg Nasdem, Adnan Anwar Saleh, mantan gubernur dua periode dan juga suami dari wakil gubernur, dengan elektabilitas 11,5 persen.

BACA JUGA: Aceng Fikri dan Caleg PSI Berebut Kursi di Jabar XI

Caleg Nasdem lainnya, purnawirawan dan mantan anggota DPR dari Demokrat, Salim S Mengga (8,4 persen), pernah menjajal tiga kali pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup) Polewali Mandar.

“Lingkaran dinasti politik tampak sangat kentar, berputar-putar dalam perebutan kekuasaan lokal dan akses ke pusat,” ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran pers di Jakarta, pada Senin (4/3). Sebut saja Suhardi Duka dari Demokrat (2,8 persen), mantan bupati Mamuju dua periode yang menjadi rival Salim dalam pilgub terakhir.

BACA JUGA: Habib Muannas PSI Diprediksi Melenggang ke Senayan

Lalu ada Ratih Megasari Singkarru dari Nasdem, anak mantan anggota DPR Hendra Singkarru yang juga berpengaruh penting dalam politik lokal di Sulbar (2,4 persen). Atau figur muda PDIP putera bupati Mamuju Tengah Arwan M Aras (2,1 persen) dan saudara bupati Majene dua periode Sanrakati Katta dari Demokrat (1,9 persen).

BACA JUGA: Arief Poyuono Ogah Sebut Nama Lembaga Survei, Takut Diteror

“Ada pula senator DPD yang banting setir menjadi caleg DPR, yaitu Muh Asri Anas dari PAN (3,1 persen) dan KH Muh Sybli Sahabuddin dari PKB (1,4 persen),” jelas Rudi.

Selain itu purnawirawan TNI-AU Mayjen Masmun Yan Manggesa dari PDIP (0,9 persen), anggota DPRD dari Gerindra Tomi (0,6 persen), dan isteri politisi PDIP Herni Agus Ambo Djiwa (0,5 persen).

“Dalam arena politik semacam itu, bahkan caleg petahana pun harus berjuang keras untuk dapat lolos,” tutur Rudi. Ibnu Munzir dari Golkar mampu mempertahankan elektabilitas 10,3 persen. Sedangkan Afzal Mahfuz hanya meraih elektabilitas 5,6 persen, dan terancam tidak terpilih lagi.

BACA JUGA: Survei: Gorontalo Bakal Jadi Kuburan Petahana dan Partai Baru

Di tengah-tengah pertarungan elektoral, caleg dari partai politik (parpol) baru seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tri Fida Suryati harus puas mendapat elektabilitas 1,6 persen. “Bisa dipastikan parpol baru tidak mendapat tempat di dapil Sulbar, meskipun masih ada 25,6 persen yang belum menentukan pilihan,” pungkas Rudi.

Jumlah responden survei ini sebanyak 800 orang mewakili tiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Survei Lembaga Misterius: Prabowo - Sandi Menang Jauh


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler